Harus Ada Wadah Rehabilitas Bagi Pengidap HIV AIDS di Tangsel

Harus Ada Wadah Rehabilitas Bagi Pengidap HIV AIDS di Tangsel, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Harus Ada Wadah Rehabilitas Bagi Pengidap HIV AIDS di Tangsel, Berita677

Harus Ada Wadah Rehabilitas Bagi Pengidap HIV AIDS di Tangsel, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Harus Ada Wadah Rehabilitas Bagi Pengidap HIV AIDS di Tangsel, 677, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Harus Ada Wadah Rehabilitas Bagi Pengidap HIV AIDS di Tangsel

Ilustrasi
Ilustrasi

TRUSTKOTACOM TANGSEL – Terkait tingginya penularan penyakit HIV AIDS, Kementerian Agama (Kemenag), Kota Tangerang Selatan (Tangsel), meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel, membuat wadah untuk rehabilitasi bagi para penderita penyakit tersebut.

Kementerian Agama mengaku siap bekerjasama dengan Pemkot, dalam merehabilitasi para penderita pengidap virus HIV AIDS di Kota Tangsel.

“Saya ingin Pemkot Tangsel membuat semacam tempat rehabilitasi seperti panti asuhan, untuk para penderita penyakit HIV-AIDS. Harus ada wadah semacam ini,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangsel, H. Agus Salim, Jumat (13/06/2014)

Menurut Agus, jika ada rehabilitas atau wadah bagi para penderita penyakit ini, kita dapat memasukan kegiatan-kegiatan keagamaan seperti siraman rohani kepada para penderita.

“Ya, Kementrian Agama bisa membantu dengan penyegaran Sirahman Rohani. Karena benar seperti yang di katakan Kadis Dinkes Tangsel, menangani dan menceagah  penyakit ini harus dari niat dan kesadaran diri sendiri,” ungkap

Diberitakan sebelumnya, setiap tahun para pengidap penyakit ini terus mengalami peningkatan. Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel, H. Dadang M. Epid, SIp, dalam rapat tentang situasi HIV-AIDS di Kota Tangsel, Rabu (11/06/2014), Siang.

Menurutnya, dari tujuh kecamatan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kecamatan Ciputat, dominan wilayah yang terdiagnosa oleh penyakit HIV AIDS. Tak hanya itu, kata Dadang, persentase cara penularan penyakit HIV-AIDS, yakni dengan cara penasun 46%,Heteresexsual 42%,Perinatal 5%,Tidak diketahui 4%,Man Sex Man 2% dan Waria 1%.

“Penularan HIV-AIDS berdominan terjadi pada kaum laki-laki karena sering menggunakan Jarum Suntik untuk mentranfusi sabu-sabu atau obat-obatan selain melakukan seks bebas. Tahun 2009-2014 penyakit HIV-AIDS diantaranya terdapat pada Laki-laki 82%,Perempuan 17% dan Transgender 1%,” ungkap Dadang .

Propesi yang terjangkit penyakit ini, sejak tahun 2009-2014 yaitu Wiraswasta 28%, Ibu Rumah Tangga 19%, Lainnya 16%,Tidak Bekerja 15%,Karyawan 8%,Pekerja Seks 7%,Mahasiswa 7%,PNS 0.84%,Buruh 0.84%, Wirausaha 0.42%, Pembantu Rumah Tangga 0.42% dan Sopir 0.84%,” terang Dadang .

“HIV-AIDS bukanlah masalah dari dinas kesehatan akan tetapi masalah dari masyarakat Kota Tangsel. Masyarakat sendiri yang harus punya kesadaran penuh atas dirinya sendiri. Dari tahun ke tahun HIV AIDS semakin meningkat dan sulit untuk bisa disembuhkan,” tambah Dadang. (Dri)