Harkitnas, Ribuan Napi Ngecat Rutan Jambe

Harkitnas, Ribuan Napi Ngecat Rutan Jambe, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Harkitnas, Ribuan Napi Ngecat Rutan Jambe, Berita564

Harkitnas, Ribuan Napi Ngecat Rutan Jambe, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Harkitnas, Ribuan Napi Ngecat Rutan Jambe, 564, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Harkitnas, Ribuan Napi Ngecat Rutan Jambe

Sebagai bentuk penghargaan, ribuan napi Mencat Rutan Jambe
Sebagai bentuk penghargaan, ribuan napi Mencat Rutan Jambe

 

TRUSTKOTA TANGERANG – Sebanyak 1.900 narapidana di Rutan Klas I Jambe, Tangerang mengikuti peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-110 dengan tema bakti untuk negeri.

Tema tersebut diusung setelah, banyaknya kejadian teror di Indonesia yang diketahui sebelumnya, terjadi pada narapidana teroris di lapas cabang Cipinang, Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Para warga binaan yang berada dikawasan rumah tahanan Jambe mengikuti peringatan tersebut dengan cara menghias rumah tahanan salah satunya, merubah cat menjadi warna merah putih. Yang sebelumnya bercat abu-abu.

Salah seorang warga binaan dengan kasus curanmor, Aji, antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, melalui kegiatan menghias rumah tahanan dapat menunjukan kepada masyarakat bahwa tidak semua napi bersikap arogan.

“Kami disini dibina dengan baik, maka kami juga berharap perilaku kami baik. Akan aksi di Mako Brimob, tentu kami sedih, sisi lain kami sedih pada napi dan juga polisi yang gugur. Kami juga khawatir akan penilaian masyarakat pada kami. Makanya dari peringatan ini kami menunjukan kami ini baik dan akan berubah terutaman berbakti pada negeri dan masyarakat,” katanya, Minggu, (20/5/2018).

Kepala Rutan Klas I Tangerang, Dedi Cahyadi mengatakan, narapidana dan tahanan yang ada dalam rutan dan lapas tidak semuanya memiliki perilaku yang tidak terpuji mereka punya potensi untuk bisa berbakti pada negeri dan mempunyai nasionalisme.

Kegiatan tersebut pun nantinya akan berlangsung selama satu minggu dengan keterlibatan (pada napi yang dibantu petugas.

Meski demikian, penjagaan akan kegiatan tersebut tetap dilakukan secara humanis mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban.(red)