Hari Pertama UN, SMA 4 Kota Tangerang Kurang 80 Soal

Hari Pertama UN, SMA 4 Kota Tangerang Kurang 80 Soal, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Hari Pertama UN, SMA 4 Kota Tangerang Kurang 80 Soal, Berita646

Hari Pertama UN, SMA 4 Kota Tangerang Kurang 80 Soal, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Hari Pertama UN, SMA 4 Kota Tangerang Kurang 80 Soal, 646, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Hari Pertama UN, SMA 4 Kota Tangerang Kurang 80 Soal

tabrani pendidikan

TRUSTKOTACOM – Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di SMA Negeri 4 Kota Tangerang mengalami masalah. Hal tersebut lantaran, pihaknya kekurangan 80 lembar soal ujian untuk siswanya. Senin (15/04/2013)

Wakil Kepala Sekolah SMAN 4 Kota Tangerang Entis mengatakan,  kekurangan soal itu diketahui ketika lembar soal mata pelajaran Bahasa Indonesia dibagikan ke siswa. Dari 357 siswa yang mengikuti UN, ternyata 80 siswa tidak mendapatkan soal.

“Kami tidak tahu sebelumnya, karena box tempat lembar soal baru dibuka pagi ini untuk dibagikan ke siswa. Isi boxnya cuma ada lima amplop, padahal butuhnya sembilan amplop,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Tabrani membenarkan hal tersebut. Menurutnya, ada 80 siswa dari empat kelas yang tidak mendapatkan soal ujian Bahasa Indonesia.

“Benar, ada 80 siswa dari empat kelas yang tidak mendapatkan soal ujian. Tapi hal itu sudah diatasi sesuai prosedur dari pemerintah pusat. Jika memang ada soal yang kurang, harus minta ke kelas sebelah atau sekolah yang rayonnya sama, jika tidak ada juga harus fotokopi dari lembar soal yang ada. Kalau di SMAN 4, soalnya difotokopi karena kekurangannya banyak,” ujar Tabrani saat sidak di SMAN 1 Tangerang.

Ketika ditanya apakah hal itu tidak menimbulkan masalah karena tiap soal ujian menggunakan barkode yang berbeda, dirinya mengaku hal itu menjadi kewenangan pusat.

“Ini kan kesalahan percetakannya, kenapa bisa kurang. Ya kita taat prosedur untuk melakukan penanganan. Kekurangan soal ini juga kita laporkan ke Tim Pengawas Independen UN Kota Tangerang di Universitas Syeh Maulana Yusuf (Unis) , lalu mereka akan meneruskan ke tim pengawas Provinsi Banten di Untirta lalu ke pemerinta pusat,” paparnya. (ges)