Hari Ini, Aktivis Lingkungan bersama Santri Kepung Pondopo Bupati dan DPRD Banten

Hari Ini, Aktivis Lingkungan bersama Santri Kepung Pondopo Bupati dan DPRD Banten, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Hari Ini, Aktivis Lingkungan bersama Santri Kepung Pondopo Bupati dan DPRD Banten, Berita487

Hari Ini, Aktivis Lingkungan bersama Santri Kepung Pondopo Bupati dan DPRD Banten, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Hari Ini, Aktivis Lingkungan bersama Santri Kepung Pondopo Bupati dan DPRD Banten, 487, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Hari Ini, Aktivis Lingkungan bersama Santri Kepung Pondopo Bupati dan DPRD Banten

Daddy Hartadi, Aktivis Lingkungan Banten -Trustkota.com
Daddy Hartadi, Aktivis Lingkungan Banten -Trustkota.com

TRUSTKOTA SERANG-Sedikitnya 15 organisasi yg tergabung dalam gerakan konsolidasi lingkungan hidup banten dipastikan bakal mengepung pendopo Bupati Serang dan kantor DPRD Banten, Senin (12/10/2015).

Gerakan masyarakat sipil di Banten ini akan menggelar aksi solidaritas atas tewasnya aktivis lingkungan salim kancil yg gigih menolak kegiatan pertambangan di Desa Selok Awar-Awar, Kabupaten Lumajang.

“Kami akan sampaikan petisi Banten Melawan Tambang dan perusakan lingkungan dalam aksi hari ini,” ujar Daddy Hartadi, Koordinator Aksi kepada Trustkota.com.

Menurut Daddy, kejadian yang dialami di Lumajang juga dialami di Banten. Bahkan Ia menilai malah lebih banyak bahan tambang primadona seperti emas, timah, pasir besi, dan pasir kuarsa. “Jika tidak diawasi secara ketat dan mengabaikan aspek ekologis dalam pengelolaannya. Bukan tidak mungkin akan mengundang bencana ekologi dan hancurnya sumber-sumber kehidupan milik rakyat,” tegasnya.

Kooordinator Gerakan Konsolidasi Lingkungan Hidup Banten (KLHB) ini menuturkan, terdapat banyak wilayah pertambangan yg hasil ekplorasinya berada diwilayah hutan lindung, hutan rakyat maupun perkebunan milik rakyat. Bahkan titik galian c seperti pasir banyak berada di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) yang limbahnya mencemari sungai dan berdampak terhadap areal pertanian milik rakyat.

Lanjut Daddy, aksi tersebut akan melibatkan ulama, santri dan masyarakat sipil yg memiliki kepedulian terhadap lingkungan yg berkelanjutan. “Kami harap aparat berwenang dapat menangkap mafia pembantai Salim Kancil dan mendorong pemerintah untuk dapat melindungi aktifis dari aksi kekerasan,” pungkasnya. (dra/joe)