Hamil Tiga Bulan, Pacar Polisi Lapor Propam Polres Kota Tangerang

Hamil Tiga Bulan, Pacar Polisi Lapor Propam Polres Kota Tangerang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Hamil Tiga Bulan, Pacar Polisi Lapor Propam Polres Kota Tangerang, Berita118

Hamil Tiga Bulan, Pacar Polisi Lapor Propam Polres Kota Tangerang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Hamil Tiga Bulan, Pacar Polisi Lapor Propam Polres Kota Tangerang, 118, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Hamil Tiga Bulan, Pacar Polisi Lapor Propam Polres Kota Tangerang

RM melaporkan GN ke Propam Polres Kota Tangerang.
RM melaporkan GN ke Propam Polres Kota Tangerang.

TANGERANG TRUSTKOTA – Manisnya madu cinta berubah menjadi pahit. Perasaan itulah kiranya yang kini dialami RM, warga Desa Cikupa, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Pasalnya, setelah digagahi hingga hamil oleh pacarnya, gadis berusia 22 tahun ini ditinggal pergi begitu saja oleh sang pujaan hati.

Sang kekasih yang merupakan oknum anggota Polres Kota Tangerang, berinisial GN, memilih lari dari tanggungjawab setelah mengetahui kehamilan RM yang kini hampir menginjak usia tiga bulan.

RM menceritakan, perkenalanya dengan GN terjadi sejak tahun 2011 lalu, karena merasa saling cocok mereka pun kemudian berpacaran. Dan sejak saat itu, hampir setiap kali bertemu mereka selalu melakukan hubungan intim layaknya pasangan suami istri.

“Awalnya saya sempat menolak ketika diajak berhubungan intim karena takut hamil. Tapi dia (GN-red) merayu saya, dan meyakinkan saya katanya kalau hamil akan di nikahi,” ucapnya, Rabu (13/08/2013).

RM mengatakan, ia dan GN pertamakali melakukan hubungan intim diatas sepeda motor pada 2011 lalu, di pinggir danau yang berada di kawasan Puspemkab Tangerang, tidak jauh dari Polres tempat GN bertugas.

Mulai dari saat itu, mereka ketagihan melakukan hubungan intim. GN sering menginap di rumah kontrakan RM dan sebaliknya RM pun sering menginap dikediaman GN di perumahan Mulya Asri 2, Cikupa, untuk memadu kasih.

Bahkan, RM mengaku pernah beberapa kali melakukan hubungan terlarang bersama GN didalam mobil yang diparkir disamping Polres Kota Tangerang tempat GN bertugas.

“Saking seringnya, saya sudah tidak ingat lagi berapa kali berhubungan intim dengan GN. Terahir kami melakukan hubungan intim pada bulan puasa lalu di rumah GN,” akunya.

Karena GN dinilai tidak bertanggungjawab atas perbuatanya. Kemudian, RM bersama keluarganya melaporkan kasus tersebut pada 31 Juli 2014 lalu, ke Propam Polres Kota Tangerang.

Ridwan (30) paman korban mengaku, sebelum melaporkan kasus tersebut, pihaknya pernah beriktikad baik menyelesaikan permasalahan itu secara kekeluargaan.

Namun, oknum polisi berpangkat Brigadir tersebut enggan bertanggungjawab atas janin yang dikandung RM dengan alasan Ia tidak pernah berpacaran dengan RM. Lebih parahnya lagi, GN mengaku selalu memberikan bayaran setiap menyetubuhi RM.

“Kami berharap agar kasus ini segera diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya seraya menunjukan surat laporan pengaduan bernomor LP/02/VII/2014/Sipropam.

Sementara, Kasi Propam Polres Kota Tangerang, AKP Manguji Sagala membenarkan adanya pelaporan kasus tersebut. “Kasusnya sedang dalam proses. Saat ini kita sedang mengumpulkan buktu-bukti dan saksi,” katanya.

Menurut Sagala, jika nantinya benar terbukti melanggar etika dan kedisiplinan, maka oknum tersebut akan dikenakan sanksi seperti tidak diperbolehkan sekolah, mutasi dan penurunan jabatan. (Cun)