Guru Ngaji Sodomi Lima Belas Santri Dibawah Umur

Guru Ngaji Sodomi Lima Belas Santri Dibawah Umur, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Guru Ngaji Sodomi Lima Belas Santri Dibawah Umur, Berita346

Guru Ngaji Sodomi Lima Belas Santri Dibawah Umur, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Guru Ngaji Sodomi Lima Belas Santri Dibawah Umur, 346, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Guru Ngaji Sodomi Lima Belas Santri Dibawah Umur

Ilustrasi
Ilustrasi

PANDEGLANG TRUSTKOTA – Diduga karena lama menduda, TN (15), ustad di salah satu Pondok Pesantren di Desa Kiara Jangkung, Kecamatan Bitung, Kabupaten Pandeglang, sodomi 15 santrinya. Akibatnya, sang ustad ini ditangkap petugas Polres Pandeglang.

Di Polres Pandeglang, tersangka mengaku nekat melakukan aksi yang tak pantas tersebut karena tak tahan ingin menyalurkan hasrat sexnya. Sudah selama setahun ia tak pernah menyalurkan birahinya, lantaran bercerai dengan sang istri.

“Saya kangen sama istri. Sudah setahun lalu saya bercerai. Pengen lampiasin sama siapa saya bingung. Itu tidak semuanya saya sodomi, dan yang paling sering berinisial (IK), 10 kali, saya kasih uang ada yang 10 ribu ada yang sampai 50 ribu, saya masukin alat kelamin saya ke anus korban, pake handbody,” katanya saat dimintai keterangan oleh petugas Sat Reskrim Polres Pandeglang Selasa (12/8/2014) kemarin.

Tersangka juga mengakui aksinya dilakukan di dua lokasi berbeda, yakni di lingkungan pondok pesantren dan di kebun kelapa sawit tidak jauh dari pondok pesantren. Tersangka juga mengaku melakukan hal tersebut sudah dari dua bulan yang lalu.

“Di pesantren sama di kebun sawit mas, tapi lebih sering di pesantren. Para korban pertama saya kumpulkan dulu semuanya, kemudian saya takut-takutinya kalau tidak menuruti Aa tidak bisa ngaji kalian,” terang TN menirukan ancamannya kepada para korbannya.

Masih menurut tersangka, 5 santri korban sodomi pelaku rata rata masih berusia belasan tahun dan dua diantaranya masih berusia Empat dan delapan tahun. Kelima belas korban masing-masing berinisial I (8), FJ (14), UL (13), S (14), N(14), AG (14), R (14), A(14), RK (15), EW (11), RZ(12), SD (10), MH (14), AR (12), dan AK (4).

Hingga berita ini dilansir, tersangka masih menajalani pemeriksaan intensif di Polres Pandeglang. (Den)