GP Ansor Banten : Yang Dibakar itu Bendera Organisasi Terlarang

GP Ansor Banten : Yang Dibakar itu Bendera Organisasi Terlarang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, GP Ansor Banten : Yang Dibakar itu Bendera Organisasi Terlarang, Berita329

GP Ansor Banten : Yang Dibakar itu Bendera Organisasi Terlarang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, GP Ansor Banten : Yang Dibakar itu Bendera Organisasi Terlarang, 329, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, GP Ansor Banten : Yang Dibakar itu Bendera Organisasi Terlarang

Khoirun Huda, Sekretaris GP Ansor Banten/ist
Khoirun Huda, Sekretaris GP Ansor Banten/ist

TRUSTKOTA TANGERANG- Peristiwa pembakaran bendera HTI pada saat peringatan HSN di garut cukup menguras energi bangsa.

Ini akibat framing yang dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu yang seakan-akan itu pembakaran kalimat tauhid. Demikian disampaikan Sekretaris GP Ansor Banten Khoirun Huda Kamis (25/10/2018) , dikantornya kawasan Pemda Tigaraksa.

Menurut Huda sapaan akrabnya, apa yang dilakukan oleh sahabat Banser itu adalah bukti kecintaanya terhadap bangsa dan negara. ” bagaimana mungkin bendera ormas terlarang dibiarkan bebas berkibar pada acara peringatan hari besar Nasional, jadi janganlah diplintir-plintir”. Ucapnya.

Lebih jauh huda menyampaikan bahwa hal tersebut terkonfirmasi dari laporan Kapolda Jawa barat bahwa yang dibakar itu adalah Bendera HTI. ” Pak Kapolda Jawa Barat telah menyampaikan bahwa itu bendera HTI, Jadi clearkan?”. Tambahnya.

Bagi kader GP Ansor dan Banser, sedari kecil kami diajarkan untuk menghormati, meninggikan dan mengamalkan teks-teks suci terlebih kalimat tauhid. ” Kami diajarkan agar selalu wiridan, tahlilan dan memahami alqur’an secara mendalam, tidak euforia memasang dan menuliskan kalimat tauhid untuk menutupi agenda politik tertentu”. Tandasnya.

Huda menuturkan Pimpinan Pusat GP Ansor secara resmi telah meminta maaf kepada seluruh masyarakat indonesia atas kegaduhan publik yang terjadi, namun tidak untuk pembakaran bendera HTI. (joe)