Golput Mencapai 43% KPUD Dianggap Gagal

Golput Mencapai 43% KPUD Dianggap Gagal, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Golput Mencapai 43% KPUD Dianggap Gagal, Berita564

Golput Mencapai 43% KPUD Dianggap Gagal, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Golput Mencapai 43% KPUD Dianggap Gagal, 564, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Golput Mencapai 43% KPUD Dianggap Gagal

ade yunus

TRUSTKOTCOM-Rendahnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Calon Bupati Kabupaten Tangerang yang dilaksankan pada 9 Desember 2012 lalu, dianggap bukti gagal KPUD Kabupaten Tangerang dalam melaksanakan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada).

“Partisipasi masyarakat pada Pilkada kabupaten Tangerang hanya mencapai 57 persen, atau 43 persen angka golput,” kata Koordinator Lembaga Kajian Analisa Terpadu (LKADT) Ade Yunus, dalam Focus Group Discuison tentang Catatan Kritis Terhadap Suksesnya Pilkada Kabupaten Tangerang, Kamis (13/12/2012).

Menurut Ade, rendahnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Pemilukada, merupakan akibat dari minimnya sosialisasi yang dilakukan oleh KPUD Kabupaten Tangerang. Kata Ade, KPUD beserta jajarannya harus melakukan evaluasi terhadap penyebab rendahnya partisipasi masyarakat Kabupaten Tangerang dalam pelaksanaan pemilihan bupati dan calon bupati.

Ade menambahkan, dari pengamatan yang dilakukan pihaknya, rendahnya tingkat partisipasi pemilih  disebabkan oleh banyaknya warga yang tidak mengetahui pelaksanaan Pilkada Kabupaten Tangerang. Berdasarkan pantauan di lapangan, lanjut Ade, hanya 15 persen warga yang mengetahui, 35 persen tidak tahu dan 45 persen yang tidak tahu sama sekali proses Pemilukada Kabupaten Tangerang,” ungkap Ade.

“Dilihat dari rendahnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Pilkada, KPUD kabupaten Tangerang dianggap gagal dalam hal kepercayaan Publik. Proses sosialisasi KPUD tidak bersikap profesional dan kurang kretif serta lemahnya monitoring dan evaluasi KPUD terhadap bawahanya,” ucapnya.

Sementara itu, Ade awaludin staf pokja KPUD kabupaten Tangerang mengatakan, pihaknya turut menyesalkan minimnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Pilkada. Padahal, lanjut Ade, sosialisasi yang dilakukan oleh KPUD sudah semaksimal mungkin.

“Dalam mensosialisasikan Pilkada, KPUD di atur dalam peraturan perundang-undangan. Baik dalam bentuk baliho, spanduk maupun pertemuan terbatas. Hal tersebut sudah dilakukan semaksimal mungkin,” kata Ade Awaludin

Menurutnya, sosialisasi yang dilakukan KPUD tidak dapat dijadikan alasan penyebab rendahnya partisipasi masyarakat pemilih dalam pelaksanan Pilkada Kabupaten Tangerang.

“KPUD sudah melakukan sosialisai semaksimal mungkin. Bahkan kami juga melakukan sosialisasi yang berbentuk kemitraan. Misalnya kerja sama dengan organisasi pemuda, mahasiswa, sekolah dan tokoh agama,” katanya. (cun)