Golkar Dianggap Belum Sah Dukung Airin-Benyamin,  Harus Ada SK Kubu Agung

Golkar Dianggap Belum Sah Dukung Airin-Benyamin,  Harus Ada SK Kubu Agung, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Golkar Dianggap Belum Sah Dukung Airin-Benyamin,  Harus Ada SK Kubu Agung, Berita894

Golkar Dianggap Belum Sah Dukung Airin-Benyamin,  Harus Ada SK Kubu Agung, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Golkar Dianggap Belum Sah Dukung Airin-Benyamin,  Harus Ada SK Kubu Agung, 894, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Golkar Dianggap Belum Sah Dukung Airin-Benyamin,  Harus Ada SK Kubu Agung

kpu-zalimi-golkar-kader-akan-bergerak-88261

TANGSEL TRUSTKOTA-Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie, pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Tangsel 2015-2021, belum sah mendapat dukungan dari Partai Golkar. Pasalnya, Airin-Benyamin harus mengantongi juga Surat Rekomendasi dukugan dari kubu Agung Laksono, saat mendaftarkan diri ke KPU KPU di Jalan Buana Kencana No. 12 Blok E-XII Perum BSD City.

Ketua KPU Kota Tangsel M. Subhan mengatakan, rekomendasi dari kubu ARB yang diserahkan Airin-Benyamine ke KPU Kota Tangsel belum mewakili keseluruhan dukungan dari Partai Golkar.

“Pasangan Airin-Benyamine hanya menyertakan satu SK yang dikantonginya yakni SK kubu Abu Rizal Bakrie dan SK dari kubu Agung Laksono belum didaftarkan,”terangnya kepada wartawan, Senin (27/09/2015).

Menurut Subhan, partai Golkar dianggap belum mewakili keseluruhan dukungan karena hanya menyertakan satu tanda tangan pimpinan.

“Belum sah satu rekomendasi dari golkar. Harus dari dua kubu ARB dan Agung Laksono,” tegasnya.

Subhan mengisyaratkan KPU akan tetap berpedoman pada Peraturan KPU terkait persyaratan partai politik mengajukan pasangan calon kepala daerah dalam pelaksanaan pilkada.

Bahwa terhadap partai yang mengalami konflik internal, perlu ada surat keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, atau kubu-kubu yang bertikai harus islah terlebih dahulu.

“KPU hanya berpedoman kepada PKPU (Peraturan KPU) terkait dualism partai,” tuturnya.

Untuk hari terakhir pe­nyerahan SK ini sebut Subhan, akan dibatasi sampai besok. “KPU akan menunggu sampai besok (Selasa_red) hingga jam 16.00,”ujarnya.

Hal senada juga dikatakan anggota KPU Tangsel Bambang Dwitoro. Bambang mengatakan, KPU akan menolak jika salah satu partai politik yang bersengketa tidak menyertakan dua SK dari pimpinan parpol politik. “KPU akan tolak jika hanya satu SK saja,” tegasnya.

Terpisah, Sekretaris DPD Golkar kubu Agung Laksono, Sukarya mengatakan, hingga kini SK dari kubu Agung Laksono memang belum turun. Menurutnya, SK tersebut masih menunggu SK pengurusan dari DPD provinsi Banten.

“Liat nanti lah. Soalnya masih menunggu SK pengurusan dari Provnisi Banten,” ungkapnya. (DIK)

 

HipnoGasm 250 x 250

Berita Terkait