GMNI : Jangan Lupakan Insiden ‘Bolos Massal’ DPRD Tangerang

GMNI : Jangan Lupakan Insiden ‘Bolos Massal’ DPRD Tangerang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, GMNI : Jangan Lupakan Insiden ‘Bolos Massal’ DPRD Tangerang, Berita831

GMNI : Jangan Lupakan Insiden ‘Bolos Massal’ DPRD Tangerang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, GMNI : Jangan Lupakan Insiden ‘Bolos Massal’ DPRD Tangerang, 831, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, GMNI : Jangan Lupakan Insiden ‘Bolos Massal’ DPRD Tangerang

Ketua Yayasan Kartika Jaya Cabang XVII Tanjungpura, Ny. Tien Achmad Supriyadi saat meresmikan Renovasi Sekolah Dasar (SD) Kartika XVII-1 Cabang XVII Tanjungpura, Kalbar,Jumat (15/2/19).
Ketua Yayasan Kartika Jaya Cabang XVII Tanjungpura, Ny. Tien Achmad Supriyadi saat meresmikan Renovasi Sekolah Dasar (SD) Kartika XVII-1 Cabang XVII Tanjungpura, Kalbar,Jumat (15/2/19).

TRUSTKOTA  TANGERANG- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Tangerang meminta masyarakat untuk tidak melupakan insiden batalnya Paripurna gara-gara anggota DPRD Kabupaten Tangerang tidak kuorum.

“Kalau Soekarno mengatakan Jangan Pernah Melupakan Sejarah (Jasmerah). Rakyat Kabupaten Tangerang hari ini jangan lupakan insiden bolos massal anggota DPRD Kabupaten Tangerang,” ujar Silmi M Dhinar, Ketua GMNI Cabang Kabupaten Tangerang kepada trustkota.com, Rabu (20/2/2019).

Papar Dhinar, pihaknya dari GMNI mengecam keras malasnya anggota DPRD Kabupaten Tangerang saat rapat paripurna.”Padahal rapat paripurna itu juga bagian dari kewajiban sebagai wakil rakyat. Kalau begitu rakyat harus beri keadilan dengan tidak lagi memilih anggota yang malas lagi,” tegasnya.

Mahasiswa yang akrab disapa Bule ini juga menegaskan, tingkah sejumlah anggota DPRD Kabupaten Tangerang tidak bisa ditolerir. Terlebih ada 7 Ketua Fraksi yang tak datang.

“Bagaimana mau gagah menyampaikan aspirasi rakyat. Toh saat rapat urusan rakyat wakil rakyatnya tak peduli,” tukasnya.

Kata Bule, GMNI mendesak 7 Ketua Fraksi dan sejumlah anggota yang tidak hadir mendapat sanksi yang tegas dari Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Kabupaten Tangerang.

“Lebih menggelikan pasca bolos massal, mereka malah kompak Kunker ke Bali,” pungkas Bule yang juga menegaskan akan mengirim ‘keranda mayat’ ke kantor DPRD sebagai simbol matinya hati nurani anggota dewan.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Tangerang Kunker ke Bali selama tiga haru pasca pembatalan rapat paripurna lantaran tidak kuorum. (joe/cun)