Gerindra Banten Jangan Hanya Koar-koar dan Siap Telan Pil Pahit

Gerindra Banten Jangan Hanya Koar-koar dan Siap Telan Pil Pahit, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Gerindra Banten Jangan Hanya Koar-koar dan Siap Telan Pil Pahit, Berita221

Gerindra Banten Jangan Hanya Koar-koar dan Siap Telan Pil Pahit, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Gerindra Banten Jangan Hanya Koar-koar dan Siap Telan Pil Pahit, 221, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Gerindra Banten Jangan Hanya Koar-koar dan Siap Telan Pil Pahit

Keluarga Besar FPI.
Keluarga Besar FPI.

TRUSTKOTACOM BANTEN – Pernyataan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Banten, Budi Heriyadi, yang menyatakan siap mengundurkan diri bersama caleg terpilih, jika Capres dan Cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, kalah di Provinsi Banten, mendapatkan tanggapan keras dari Imam FPI Banten, KH. A. Qurtubi Jaelani.

Menurut Qurtubi,  Partai Gerindra jangan hanya koar-koar di media saja.  Partai Gerindra harus siap-siap menelan pil pahit, jika keingginanya memenangkan Prabowo-Hatta tidak dibarengi dengan kinerja yang rill di lapangan.

“Ya siap-siap Gerindra di Banten menelan pil pahit, jika keingginanya memenangkan Prabowo-Hatta tidak dibarengi dengan kinerja yang rill. Karena, Timses Jokowi-JK sudah mulai merambah ke desa-desa,” tegas Qurtubi kepada trustkota.com, Minggu (15/06/2014), Malam.

Diberitakan sebelumnya, Partai Partai Gerindra di yakini Prabowo-Hatta menang diwilayahnya. “Saya siap mundur dari jabatan ketua DPD, jika suara pasangan Prabowo-Hatta kalah di Banten,” tegas Budi Heriyadi, Ketua DPD Gerindra Banten, di acara Deklarasi Prasashti dukung Prabowo-Hatta yang digelar di kawasan Mardi Gras Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Sabtu (14/06/2014), Malam.

Langkah tersebut, kata Budi, merupakan konsekuensi dan sebagai bentuk tanggugjawab pimpinan partai yang tegas. Menurutnya, dalam Rapimnas partai Gerindra telah disampaikan, apabila di suatu daerah tertentu suara Prabowo-Hatta kalah, maka ketua partai beserta jajaranya di daerah tersebut harus mundur sebelum diberehentikan.

“Begitupun dengan Caleg yang terpilih di Pileg lalu, jika di Dapilnya suara Prabowo-Hatta kalah dalam Pilpres nanti, maka kami akan mengusulkan ke DPP untuk menunda pelantikanya,” jelasnya.

FPI Keluarkan Intruksi
Imam FPI Banten, KH. A. Qurtubi Jaelani, mengintruksikan kepada seluruh keluarga besar FPI di delapan kota/ kabupaten di Banten, agar memberikan suara kepada Capres dan Cawapres Prabowo-Hatta, di Pilpres 9 Juli Mendatang.

Menurut Qurtubi, dukungan FPI Banten di Pilpres 9 Juli mendatang sudah dikeluarkan dalam musyawarah DPP FPI Banten pada 4 Juni 2014 lalu. Dimana hasil musyawah tersebut, lanjut Qurtubi, sikap politik FPI di Banten, sesuai dengan sikap politik di Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 9 April 2014 lalu.

“Di Pileg lalu, FPI mengamanatkan suara FPI di Banten ke partai-partai islam seperti PPP, PKB dan PKS. Di Pilpres mendatang, FPI tetap Istiqomah menyerukan umat islam agar memberikan suara ke tiga partai islam itu dan menitipkan 10 amanat perjuangan islam kepada Capres dan Cawapres yang didukungnya,” terang Ulama besar asal Kabupaten Lebak ini.

Qurtubi juga meminta kepada seluruh keluarga besar FPI di Banten agar tidak melakukan kampanye hitam.  “Insyallah Prabowo-Hatta menang, jika kerjanya ril di lapangna dan mendatangi pemimpin-pemimpin umat di desa-desa. Respon ulama di Banten kepada Prabowo-Hatta sangat luar biasa, ” tambah Qurtubi. (Qy)