Gara-gara Tanah, Menantu Seret Mertua ke Pengadilan

Gara-gara Tanah, Menantu Seret Mertua ke Pengadilan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Gara-gara Tanah, Menantu Seret Mertua ke Pengadilan, Berita171

Gara-gara Tanah, Menantu Seret Mertua ke Pengadilan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Gara-gara Tanah, Menantu Seret Mertua ke Pengadilan, 171, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Gara-gara Tanah, Menantu Seret Mertua ke Pengadilan

Ilustrasi
Ilustrasi

TANGERANG TRUSTKOTA – Soal uang dan harta benda  tak mengenal keluarga itu ruangan benar. Seperti konfik yang tengah kini terjadi antara Fatimah (90) dan Nurhakim yang berujung di meja hijau Pengadilan Negeri (PN) Tangerang.

Menantu dan mertua ini, tengah berurusan di Pengadilan akibat Nurhakim mengugat Fatimah sang mertua akibat Sengketa lahan seluas 397 Meter. Nurhakim suami Nurhana (Anak tergugat), mengugat sang mertua sebesar Rp 1 Milyar. 

Selasa (23/08/2014), ditemani sejumlah sanak keluarga, nenek renta itu nampak terduduk lemas di depan ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, menunggu persidangan ke dua atas gagasan menantunya.

Menurut Amas (37), anak bungsu Fatimah, tanah yang menjadi persoalan itu, pada tahun 1987, telah dibeli ibu nya. Tanah yang berlokasi di Jalan KH Hasyim Ashari RT 02/01 No 11, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang ini, seharga Rp 10 juta.

“Waktu transaksi memang tidak memakai kuitansi apapun, karena kan memang keluarga semua. Lalu dibangun tahun 1988. Tapi sertifikatnya masih atas nama Nurhakim,” ungkapnya.

Tiba-tiba, kata dia, belakangan ini Nurhakim menggugat keberadaan H Fatimah diatas lahan tersebut. Kedua belah pihakpun beberapa kali berupaya untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan dengan jalan mediasi.

“Tapi penggugat selalu meminta ganti rugi besar dan terus naik setiap kali mediasi,” tukasnya.

Akhirnya, tambah Amas, perkara ini pun sampai ke meja persidangan, dengan gugatan penggelapan sertifikat dan menempati hak orang tanpa ijin.

“Hari ini persidangan ke 2. Sidang perdana kemarin agendanya mendengankan saksi penggugat. Sidang hari ini mendengarkan saksi tergugat,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, sidang sengketa lahan yang melibatkan anak menantu dengan ibu mertuanya ini, masih berlangsung. (Fth/Dik)