Gadis ABG “Digarap” Tiga Pria di Karang Tengah

Gadis ABG “Digarap” Tiga Pria di Karang Tengah, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Gadis ABG “Digarap” Tiga Pria di Karang Tengah, Berita801

Gadis ABG “Digarap” Tiga Pria di Karang Tengah, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Gadis ABG “Digarap” Tiga Pria di Karang Tengah, 801, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Gadis ABG “Digarap” Tiga Pria di Karang Tengah

Tersangka pemerkosa diamankan polisi (Sintia/TRUSTKOTA.com)
Tersangka pemerkosa diamankan polisi (Sintia/TRUSTKOTA.com)

TRUSTKOTA TANGERANG – FRZ (19), warga Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang menjadi korban pemerkosaan oleh tiga pria rekannya di sebuah rumah kosong di Gang Talang RT 03/04, Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang.

Ketiga pelaku masing-masing berinisial FR, DD dan SG, merupakan teman akrab korban di tempat korban bekerja.
Wakapolres Metro Tangerang, AKBP Harley H Silalahi mengatakan kejadian berawal saat korban pulang bekerja bertemu dengan FR dan DD di dekat rumah kosong. Pelaku yang sudah mengenal korban pun mengajak korban mengobrol di dekat rumah kosong tersebut pada Minggu (15/10/2017) sekira pukul 21.00 WIB.
“Sesampainya di rumah kosong tersebut, FR mendorong tubuh korban dan memaksanya melakukan persetubuhan bergantian dengan DD,” ujar Harley, Selasa (17/10/2017).
Usai menyetubuhi korban, FR dan DD memanggil SG untuk ikut menyetubuhi korban. Setelah puas melampiaskan nafsu bejatnya, ketiga pelaku pun meninggalkan korban yang masih dalam keadaan bugil di rumah kosong tersebut.
Tak lama berselang dari kejadian tersebut, polisi berhasil meringkus SG di kawasan Karang Tengah. Namun, saat penangkapan berlangsung SG mencoba melakukan perlawanan hingga akhirnya polisi menembak kaki kanan pelaku.
“Baru satu pelaku yakni SG yang kami amankan, untuk pelaku FR dan DD masih dalam pengejaran tim kami,” kata Harley.
Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan pasal 285 subs 289 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. (chy/red)