Fenomena Calon Tunggal Lawan Kotak Kosong Harus jadi Perhatian Pusat

Fenomena Calon Tunggal Lawan Kotak Kosong Harus jadi Perhatian Pusat, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Fenomena Calon Tunggal Lawan Kotak Kosong Harus jadi Perhatian Pusat, Berita416

Fenomena Calon Tunggal Lawan Kotak Kosong Harus jadi Perhatian Pusat, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Fenomena Calon Tunggal Lawan Kotak Kosong Harus jadi Perhatian Pusat, 416, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Fenomena Calon Tunggal Lawan Kotak Kosong Harus jadi Perhatian Pusat

Moh Eko Riadi (ist/trustkota.com)
Moh Eko Riadi (ist/trustkota.com)

TRUSTKOTA TANGERANG- Banyaknya calon tunggal yang melawan kotak kosong di Pilkada harus menjadi perhatian pusat. Demikian disampaikan pengamat politik Moh Eko Riadi, Jumat (12/1/2018).

Eko berpendapat, pemerintah pusat perlu mengatur terkait regulasi tentang calon tunggal. Agar anggaran pemerintah  tidak dibuang percuma.

“Lebih baik dianggarkan untuk infrastruktur saja. Maka langsung saja ditetapkan oleh KPU untuk melanjutkan roda pemerintahan di daerah,” tutur Moh Eko Riadi kepada trustkota.com.

Papar Eko, banyaknya calon tunggal di kontestan Pilkada 2018 karena beberapa faktor. Diantaranya syarat-syarat menjadi peserta atau kandidat kepala daerah cukup berat.

Eko yang juga Ketua FKPPI PC 27 06 Kabupaten Tangerang Banten ini menyebutkan, syarat bagi partai politik yang akan mengusung calon kepala daerah harus memiliki minimal 20 persen jumlah kursi di DPRD. Sedangkan, syarat batas minimal dukungan bagi calon perorangan 6,5 persen dari jumlah pemilih tetap di daerah.

“Itu menjadi syarat berat dan ┬ásulit bagi Pendatang baru dalam kancah demokrasi di daerah,” ujar Eko.

Selain itu, syarat lainnya yakni kewajiban mengundurkan diri bagi Aparatur Negara Sipil (ASN) dan anggota DPR dan DPRD yang ingin mencalonkan diri. Juga menjadi penyebab minat masyarakat untuk maju dalam Pilkada makin kecil.

“Itulah calon tunggal, akumulasi dari berbagai syarat. Tentu harus menjadi perhatian,” kata dia.

Perlu diketahui, dari data KPU RI terdapat 14 kepala daerah yang pada Pilkada 2018 yang akan melawan kotak kosong atau calon tunggal. Tiga diantaranya yakni di Provinsi Banten yakni di Kabupaten Tangerang, Lebak dan Kota Tangerang. (joe)