Embay Sebut Kota Serang Sesak, Jaman Mengeluh Keterbatasan Anggaran

Embay Sebut Kota Serang Sesak, Jaman Mengeluh Keterbatasan Anggaran, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Embay Sebut Kota Serang Sesak, Jaman Mengeluh Keterbatasan Anggaran, Berita663

Embay Sebut Kota Serang Sesak, Jaman Mengeluh Keterbatasan Anggaran, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Embay Sebut Kota Serang Sesak, Jaman Mengeluh Keterbatasan Anggaran, 663, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Embay Sebut Kota Serang Sesak, Jaman Mengeluh Keterbatasan Anggaran

Paripurna Istimewa HUT Kota Serang ke 8, 10 Agustus 2015 (Foto Dandy R/TrustKota.Com)
Paripurna Istimewa HUT Kota Serang ke 8, 10 Agustus 2015 (Foto Dandy R/TrustKota.Com)

TRUSTKOTA SERANG- Hari Jadi Kota Serang ke 8 mendapat ‘kado kritikan’ dari Tokoh Pendiri Banten. Terutama mengenai tata kelola kota yang dinilai sesak.

Tokoh Pendiri Banten H. Embay Mulyasarif, mengatakan, Kota Serang merupakan Ibukota Provinsi Banten. Etalase dan ruang tamu Provinsi Banten semakin padat karena dipicu masalah tata kota dan kemacetan.

“Tingginya urbanisasi membuat Kota Serang semakin sesak. Jangan sampai beberapa tahun kedepan mau keluar rumah juga enggak bisa ngapa-ngapain lagi, stagnan,” ujar H. Embau Mulyasarif usai menghadiri Paripurna Istimewa, Senin (10/08/2015).

Menurut H. Embay, pengelolaan tata ruang harus dikelola dengan baik. Ruang Terbukaa Hijau (RTH) tidak boleh berubah menjadi hotel, restoran dan toko-toko. “Jangan main-main soal pengelolaan tata ruang,” tegasnya.

Papar Embay, masalah tata kota, di jalan-jalan protokol Kota Serang sudah sering terjadi banjir. Sehingga tata kelola kota harus segera dibenahi.

Sementara, Walikota Serang, Tb. Haerul Jaman mengakui, jika semakin bertambahnya penduduk akan memberikan berbagai permasalahan. Salah satu yakni masalah kemacetan dan taa ruang. “Beberapa program untuk antisipasi kemacetan di Kota Serang sudah dilakukan,” kilahnya.

Lanjut Jaman, terkait masalah infrastruktur, Pemkot Serang melakukan pelebaran jalan serta membangun jalan alternatif di jalur Utara dan Selatan. “Itu juga dilaksanakan secara bertahap karena keterbatasan anggaran,” Keluhnya. (Den)