Sering Diisukan Negatif, Elektabilitas Prabowo-Hatta Terus Melejit

Sering Diisukan Negatif, Elektabilitas Prabowo-Hatta Terus Melejit, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Sering Diisukan Negatif, Elektabilitas Prabowo-Hatta Terus Melejit, Berita758

Sering Diisukan Negatif, Elektabilitas Prabowo-Hatta Terus Melejit, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Sering Diisukan Negatif, Elektabilitas Prabowo-Hatta Terus Melejit, 758, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Sering Diisukan Negatif, Elektabilitas Prabowo-Hatta Terus Melejit

Pasangan Capres dan Cawapres Prabowo-Hatta
Pasangan Capres dan Cawapres Prabowo-Hatta

TRUSTKOTACOM JAKARTA – Menjelang pemilihan Presiden 2014, sebagian besar rakyat Indonesia sudah menetapkan pilihannya.  Pasalnya, elektabilitas Prabowo-Hatta terus meningkat, karena sering diisukan negatif oleh tim lawannya.

Menurut Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman, analisa yang dilakukan tim NCID dari beberapa hasil survey terkini, Fokus Survei Indonesia (FSI) Survei dan Polling Indonesia (SPIN), Lembaga Survei Indonesia (LSI), dan Populi Center, memunculkan indikasi bahwa pasangan Jokowi-JK masih unggul.

“Tapi, pasangan Prabowo-Hatta juga mengalami lonjakan elektabilitas yang signifikan. Ini pengaruh strategi politik yang dilakukan lawannya,’’ kata Jajat.

Jajat menilai, salah satu alasan semakin menanjaknya elektabilitas Prabowo-Hatta adalah masyarakat sudah mulai bosan dengan gaya pencitraan yang dilakukan pasangan Jokowi-Jk, serta cara Timsesnya yang cenderung selalu memojokan pasangan lain.

“Seperti sudah menjadi tradisi baru dalam setiap pemilu di Indonesia paska lengsernya rezim orde baru, masyarakat cenderung lebih simpati kepada calon yang sering di isukan negatif tanpa didasari pembuktian yang nyata”, tegas Jajat.

Kedua pasangan calon Presiden, baik Prabowo maupun Jokowi sama –sama mempunyai kelebihan serta kekurangan. Dukungan dari masyarakat yang sudah menentukan pilihan kepada masing – masing calon sebaiknya tidak tercoreng dengan ulah Timses yang berkampanye secara tidak sehat.

“Saat ini ada pihak yang selalu diserang dengan isu negatif, tanpa bukti konkrit, ini akan menurunkan kualitas Pilpres, hal seperti ini harus dihindari. Seharusnya seluruh pihak menaruh perhatian lebih kepada kelebihan masing-masing calon, bukan malah saling menjelekan dan memalsukan fakta.”, tutup jajat. (rls)