Ekonomi dan Budaya Kreatif

Dr. HM. Harry Mulya Zein, MSi
Dr. HM. Harry Mulya Zein, MSi

Pemerintah Kota Tangerang kembali menorehkan prestasi. Kali ini Pemkot Tangerang menerima penghargaan Baksyacaraka dari diserahkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Prof. Dr. Boediono dan penghargaan ini diterima Wakil Walikota Tangerang H. Arief R. Wismansyah di Gedung Episentrum, Jakarta.

Baksyacaraka merupakan penghargaan tertinggi atas ekonomi dan budaya kreatif. Tim penilai penghargaan Baksyacaraka ini dilakukan oleh tim gabungan beberapa menteri termasuk Kementerian Ekonomi Kreatif dan Pariwisata. Selama beberapa bulan tim melakukan penilaian, akhirnya Program Pemkot Tangerang yang menjadi pemenang.

Saat penilaian bank sampah di Kunciran Kecamatan Pinang yang dikunjungi tim kementerian. Sedangkan dari segi kebudayaan Festival Cisadane menjadi andalan selanjutnya diraihnya penghargaan tersebut.

Diraihnya penghargaan Baksyacaraka sebagai bukti kongkret kepedulian Pemkot Tangerang dalam mengembangkan ekonomi berbasis kreativitas. Harus kita akui, di era globalisasi dan teknologi informasi yang berkembang saat ini, inovasi dan kreativitas menjadi modal utama yang harus dimiliki dalam mengembangkan suatu produk usaha. Sementara modal finansial sudah menjadi hal yang kedua.

Hal itu dikarenakan, mengutip Alvin Toffler, sektor perekonomian telah masuk kepada gelombang keempat. Dimana gelombang ekonomi yang berkembang berorientasi pada ide dan gagasan kreatif. Dalam konsep yang dikembangkan Alvin Toffler, pertumbuhan ekonomi yang awalnya dilandasi pada Sumber Daya Alam (SDA) beralih menjadi berbasis Sumber Daya Manusia (SDM) dari era pertanian ke era industri dan informasi.

Ekonomi kreatif merupakan pengembangan konsep berdasarkan aset kreatif yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Ekonomi kreatif juga dapat didefinisikan sebagai sistem kegiatan manusia yang berkaitan dengan produksi, distribusi, pertukaran serta konsumsi barang dan jasa yang bernilai kultural, artistik, dan hiburan. Ekonomi kreatif bersumber pada kegiatan ekonomi dari industri kreatif.

Masukan utama ekonomi kreatif adalah gagasan yang diolah menjadi produk atau jasa yang bernilai ekonomi. Nilai ekonomi dari suatu produk atau jasa di era kreatif bukan lagi ditentukan oleh bahan bakunya atau sistem produksi seperti era industri, tetapi pada pemanfaatan kreativitas dan inovasi. Harga secangkir kopi sebagai komiditas tidak lebih dari Rp 5000 di warung kopi. Harga kopi ini akan berlipat ganda pada saat diberi sentuhan seni dan inovasi seperti yang disajikan oleh Starbucks atau Kopi Bengawan Solo.

Patut kita akui, Indonesia masih jauh ketinggalan dibandingkan dengan negara-negara tetangganya dalam mengembangkan industri kreatif. Tetangga terdekat Singapura, misalnya, telah menugaskan Kementerian Informasi, Komunikasi, dan Seni untuk mengembangkan ekonomi kreatif dalam rangka membangun daya saing Singapura melalui pemanduan seni, bisnis, dan teknologi. Visi pengembangan industri kreatif adalah menjadi kluster kreatif yang menggentarkan dan berkelanjutan untuk menunjang ekonomi kreatif Singapura.

Agar tidak ketinggalan terus, Pemkot Tangerang terus memberikan perhatian dalam mengembangkan ekonomi kreatif. Pemkot Tangerang juga terus berkomitmen untuk menggulirkan program-program yang mendukung tumbuhnya ekonomi kreatif . Pada APBD 2013, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) juga diarahkan untuk program stimulus  seperti pemberian akses informasi kepada setiap pelaku usaha. Program yang digulirkan mencakup pemberian akses informasi usaha, pelatihan manajemen bisns dan managemen mengembangkan bisnis.

Pusat-pusat informasi pengembangan industri kreatif seperti “Galeri UKM Kreatif” didirikan hingga tingkat kecamatan, yang difasilitasi Pemkot Tangerang. Galeri UKM Kreatif ini sebagai promotor produk-produk UKM. Galeri UKM Kreatif juga sebagai ajang mengasah kepada setiap pelaku usaha untuk terus meningkatkan kreativitas dalam mengemas dan mengembangkan usahanya, sehingga mampu bertahan dalam persaingan global. Dengan begitu, produk-produk yang sempat menjadi unggulan dan ikon di Kota Tangerang akan bisa terus bertahan dan berkembang.

Dari sisi kesejahteraan masyarakat, pertumbuhan ekonomi yang berbasis kreativitas secara langsung akan meningkatkan taraf kesejahteraan. Pertumbuhan ini akan membuka peluang yang sangat besar lapangan pekerjaan.
Terakhir, Ketika ekonomi sudah tumbuh dan berkembang, maka Pemkot Tangerang akan lebih mudah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak dan retribusi yang diambil dari masyarakat. (*)

Oleh: Dr.HM Harry Mulya Zein (Sekretaris Daerah Kota Tangerang)