Dugaan Korupsi Alat KIR, Kadishub dan Pengusaha Ditangkap Kejari Tigaraksa

Dugaan Korupsi Alat KIR, Kadishub dan Pengusaha Ditangkap Kejari Tigaraksa, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dugaan Korupsi Alat KIR, Kadishub dan Pengusaha Ditangkap Kejari Tigaraksa, Berita742

Dugaan Korupsi Alat KIR, Kadishub dan Pengusaha Ditangkap Kejari Tigaraksa, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dugaan Korupsi Alat KIR, Kadishub dan Pengusaha Ditangkap Kejari Tigaraksa, 742, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dugaan Korupsi Alat KIR, Kadishub dan Pengusaha Ditangkap Kejari Tigaraksa

ilustrasi (Foto KOMPAS.COM)
ilustrasi (Foto KOMPAS.COM)

TIGARAKSA TRUSTKOTA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tigaraksa, Kabupaten Tangerang menangkap dua tersangka dugaan korupsi dalam proyek pengadaan alat uji KIR senilai Rp 4,3 Miliar pada Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan.

Kasi Intel Kejari Tigaraksa Kabupaten Tangerang Mico Wiranto Wave Sitohang membenarkan peangkapan dua tersangka kasus dugaan korupsi tersebut.

Menurutnya, kedua tersangka itu adalah mantan Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangsel Nurdin Marzuki dan Antonius Hutauruk selaku pemenang tender pengadaan alat Uji Kir senilai Rp 3,4 miliar.

“Kedua orang yang ditangkap tersebut merupakan terpidana atas kasus korupsi pengadaan alat uji Kir di Dishub Kota Tangsel, kemudian ditetapkan oleh Kejari Tigaraksa, masuk kedalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pada tahun 2014,” terangnya, Rabu (10/01/2017).

Lanjut Mico, selama empat tahun pelaku buron.  Keduanya ditangkap di tempat yang berbeda.

“Tim dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang, kemudian menangkap kedua pelaku ditempat yang berbeda.
Untuk tersangka Nurdin Marzuki ditangkap di rumahnya di kawasan Pondok Cabe, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel sekira pukul 19.00 WIB pada Selasa, (9/1/2018) dan tersangka sudah dititip di Rutan Jambe,” terangnya.

Sementara itu, tersangka Antonius Hutauruk ditangkap di rumahnya di Duren Sawit, Jakarta Timur, sekira pukul 20.OO WIB pada Senin, (8/1/2018) dan Antonius sendiri saat ini sedang dirawat di rumah sakit rujukan kejaksaan di Jakarta.

Untuk diketahui, saat itu, Kejari Tigaraksa melakukan upaya hukum berupa banding di Pengadilan Tinggi (PT) dan Mahkamah Agung (MA), karena putusan Pengadilan Negeri (PN) lebih rendah dari tuntutan Kejaksaan. Banding kejaksaan diterima Mahkamah Agung pada 15 Oktober 2014, dengan putusan tahanan lima tahun penjara. (Red/dik)