Dua Tersangka Korupsi di e-KPT Diserahkan ke Kejari Tigaraksa

Dua Tersangka Korupsi di e-KPT Diserahkan ke Kejari Tigaraksa, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dua Tersangka Korupsi di e-KPT Diserahkan ke Kejari Tigaraksa, Berita923

Dua Tersangka Korupsi di e-KPT Diserahkan ke Kejari Tigaraksa, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dua Tersangka Korupsi di e-KPT Diserahkan ke Kejari Tigaraksa, 923, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dua Tersangka Korupsi di e-KPT Diserahkan ke Kejari Tigaraksa

Mantan Kepala Disdukcapil, EK (52) saat digiring dari Polres menuju Kejari Tigaraksa.
Mantan Kepala Disdukcapil, EK (52) saat digiring dari Polres menuju Kejari Tigaraksa.

TRUSTKOTA TANGERANG – Kepolisian Resort (Polres) Kota Tangerang, menyerahkan dua tersangka dan barang bukti kasus korupsi pengadaan printer khusus e-KTP di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil(Disdukcapil), Kabupaten Tangerang, kepada Kejaksaan Negri (Kejari) Tigaraksa, Kamis (26/06/2014).

Dengan mengenakan baju tahanan berwarna orange, dua tersangka berisnisial EK  (53) yang merupakan mantan Kadisdukcapil Kabupaten Tangerang dan MD (31) Direktur PT Inti Hurip selaku perusahaan pemenang tender dalam pengadaan percetaka e-KTP tersebut, di giring dari Polres Kota Tangerang, dengan dikawal dua anggota Kejaksaan  sekitar pukul 12.30 WIB dan langsung dimasukan ke Mobil Toyota Inova Hitam  untuk dibawa ke Kejari Tigaraksa.

“Berkas perkara ini sudah lengkap atau P21, maka kasus ini kita serahkan kepada Kejari Tigaraksa, untuk proses lebih lanjut,” ungkap Irfing, Kamis (26/06/2014).

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan, jelas Irfing,  dalam proses pengadaan printer khusus e-KTP di Disdukcapil Kabupaten Tangerang, dengan anggaran sebesar Rp 4,6 miliar dari APBD 2012 itu, terdapat fakta-fakta perbuatan melawan hukum.

“Kerugian negara akibat korupsi pengadaan printr khusus e-KTP tersebut, sekitar Rp 2 miliar,” terangnya.

Atas perbuatannya tersangka akan dijerat pasal 2 UURI No 21 tajn 1999 Jo Pasal  55 ayat 1 subsider pasal 3 UU RI No. 31 tahun 1999 dengan ancaman penjara paling lama 20 tahun.

Diberitakan sebelumnya mantan Kadisdukcapil EK (53) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengadaaan alat cetak e-KTP pada angaran APBD Perubahan 2012 oleh Polres Kota Tangerang.

Dalam laporan audit BPK RI perwakilan Banten Nomor : 8/LHP/XVIII.SRG.05.2015 yang ditandatanganitanggal 17 Mei 2013 lalu, ditemukan dugaan penyimpangan oleh Disdukcapil Kabupaten Tangerang pada pengadaaan alat cetak e-KTP tersebut.

Lelang pengadaan mesin printer e-KTP sebanyak 30 unit dan kelengkapannya senilai Rp 4,584.220.000 ini dimenangkan oleh PT Inti Hurip. Dalam hasil audit BPK-RI, PT. Inti Hurip selaku pemenang tender juga diminta denda keterlambatan sebesar Rp 45.842.200. karena pekerjaan tidak tepat waktu. (Cun)