Dua Pengedar Ban Dalam Merek IRC Palsu Diringkus Polisi

Dua Pengedar Ban Dalam Merek IRC Palsu Diringkus Polisi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dua Pengedar Ban Dalam Merek IRC Palsu Diringkus Polisi, Berita289

Dua Pengedar Ban Dalam Merek IRC Palsu Diringkus Polisi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dua Pengedar Ban Dalam Merek IRC Palsu Diringkus Polisi, 289, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dua Pengedar Ban Dalam Merek IRC Palsu Diringkus Polisi

Dua tersangka pengedar ban palsu, saat di Mapolsek Jatiuwung, Kota Tangerang.
Dua tersangka pengedar ban palsu, saat di Mapolsek Jatiuwung, Kota Tangerang.

TRUSTKOTACOM – Dua tersangka pengedar ban dalam, merk IRC palsu, di Jalan Paku Haji, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, ditangkap tim buser Polsek Jatiuwung, Kota Tangerang. Kedua tersangka itu, masing-masing berinisial S (41) warga Kampung Melayu Barat, Jakarta serta R (42) warga Poris Gaga, Kota tangerang.

Menurut Kapolsek Jatiuwung Kota Tangerang Kompol Alamsyah Pelupessy,  penangkapan itu berdasarkan adanya laporan dari warga. Pada 15 Agustus 2013 lalu, pihak kepolisian akhirnya berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka S berserta barang bukti sebanyak 518 karung yang berisi 26.060 buah ban dalam sepeda motor merk Inouce IRC yang diduga palsu.

“Tersangka S mengaku membeli 40.000 buah ban tersebut dari R, dengan harga Rp 2.400 per ban. Total transaksi tersebut sebesar Rp. 96 juta,” kata Kapolsek, Kamis (26/09/2013).

Selanjutnya, polisi kemudian menangkap R (42) dengan barang bukti sebanyak 160 karung berisi 7.970 buah ban dalam.

“R mengaku mendapatkan ban tersebut dari inisial U (Masih DPO) di Gudang barang Muara Baru, Jakarta Utara,” tukasnya.

Kedua tersangka S dan R akan dikenakan pasal 90,91 dan 94 UU RI No 15 tahun 2001, dengan ancaman pidana paling lama 5 tahun atau denda 1 miliar.

Sementara, Humas PT.Gajah tunggal Tbk Ismail, yang turut hadir ke Polsek Jatiuwung mengatakan, pihaknya sebagai perusahaan yang memproduksi ban merk IRC menyambut baik langkah polisi yang mengungkap tindak kejahatan pemalsuan ban tersebut.

“Selain merugikan perusahaan dan negara, tindak pemalsuan itu juga merugikan warga sebagai pengguna ban. Sebab, tentunya ban-ban palsu tanpa standar mutu itu akan mengancam keselamatan pengguna kendaraan,” paparnya.

Menurutnya, pengungkapan kasus ban IRC palsu tersebut diawali dari adanya laporan para dealer Gajah Tunggal dan warga, lantaran banyaknya ban dalam IRC palsu yang beredar di Indonesia.

“Ban IRC palsu itu sudah beredar luas di seluruh Indonesia. Dan, ini tentunya sangat merugikan masyarakat, terlebih PT Gajah Tunggal sebagai pemegang lisensi ban merek IRC,” terangnya.

Ismail menambahkan, atas kasus tersebut, pihaknya mengaku sudah dirugikan dari sisi inmateri, karena nama baik perusahaan sebagai pemegang lisensi menjadi tercemar.

“Jadi tidak hanya merugi di sisi materi saja. Kita berharap ada efek jera dari pengungkapan kasus ini,” pungkasnya. (ges)