Dua Bandar Sabu di Tangsel Diciduk Polisi

Dua Bandar Sabu di Tangsel Diciduk Polisi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dua Bandar Sabu di Tangsel Diciduk Polisi, Berita143

Dua Bandar Sabu di Tangsel Diciduk Polisi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dua Bandar Sabu di Tangsel Diciduk Polisi, 143, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dua Bandar Sabu di Tangsel Diciduk Polisi

AKP Wempy Santoso.
AKP Wempy Santoso.

TRUSTKOTACOM – Jajaran Satuan Reserse Narkoba (Sat-Narkoba) Polres Kota Tangerang, kembali menunjukkan kegarangannya dalam memberantas perederan narkoba di wilayah hukumnya. Kali ini, Sat-Narkoba Polres Kota Tangerang, meringkus dua pengedar narkoba jenis Sabu-sabu yang biasa beroperasi di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Kedua tersangka berinisal AS dan EL, ditangkap di lokasi yang berbeda. Tersangka AS, diciduk pada 31 Oktober 2013, sekitar pukul 20.30, di Kampung Muncul, Desa Kademangan, Kecamatan Setu Kota Tangsel, dengan barang bukti Sabu sebanyak 8 paket siap edar.

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka AS, kemudian Sat-Narkoba Polres Kota Tangerang, melakukan pengembangan dan berhasil meringkus tersangka EL, dengan barang bukti berupa Sabu sebanyak 7 paket siap edar. Tersangka EL, diringkus pada 1 November 2013, sekitar pukul 22.30 WIB, di Kampung Buaran RT 01/06 Kelurahan Buaran Kecamatan Serpong, Kota Tangsel.

Wakil Kepala Satuan (Wakasat) Narkoba Polres Kota Tangerang, AKP Wempy Santoso mengatakan, penangkapan tersebut berkat informasi yang diberikan masyarakat yang merasa resah dengan ulah para pengedar narkoba.

“Dari informasi yang diterima,  kami langsung melakukan pemantuan. Setelah cukup bukti, barulah kami tangkap mereka. Kedua tersangka akan dijerat pasal 112 Sub 114 Undang-undang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 Tahun penjara,” tegas Wempy.

Menurut Wempy, kedua tersangka mendapatkan sabu tersebut dari seorang pemasok yang kini menjadi buruan Polisi. Keduanya, biasa memesan barang haram tersebut melalui Telepon, kemudian janjian di lokasi yang sudah ditentukan pemasok.

“Kasus ini masih kita kembangkan. Jaringan kedua tersangka masih kita dalami,” katanya. (cun)