DPRD dan Pokja Wartawan Kabupaten Tangerang Diskusi Soal Air Bersih

DPRD dan Pokja Wartawan Kabupaten Tangerang Diskusi Soal Air Bersih, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, DPRD dan Pokja Wartawan Kabupaten Tangerang Diskusi Soal Air Bersih, Berita202

DPRD dan Pokja Wartawan Kabupaten Tangerang Diskusi Soal Air Bersih, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, DPRD dan Pokja Wartawan Kabupaten Tangerang Diskusi Soal Air Bersih, 202, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, DPRD dan Pokja Wartawan Kabupaten Tangerang Diskusi Soal Air Bersih

GADING SERPONG – Aplikasi regulasi tentang lingkungan hidup dinilai tidakoptimal berjalan, sehingga permasalahan-permasalahan yang berhubungan dengan lingkungan hidup kerap kali menjadi persoalan yang seolah-olah tidak bisa diselesaikan.

Demikian dikatakan Wakil Ketua DPRD KabupatenTangerang Nazril Fikri dalam diskusi publik bersama kelompok kerja(Pokja) wartawan harian Kabupaten Tangerang, di Fam Hotel, GadingSerpong, Kabupaten Tangerang, Senin (3/11).

Diskusi yang bertajuk “Dengan Air Kita Hidup, Tanpa Air Kita mati, Saatnya Muliakan Air” juga diikuti olah PDAM, Badan Lingkungan Hidup (BLHD), LSM, mahasiswa dan perusahaan air minum Aetra.

“Tentang lingkungan hidup, Kita punya regulasi. Tapi hanya bagus dalam tataran ide  dan tataran ayat, tapi tumpul pada tataran aplikasinya. Bahkan, dewan air juga sudah ada, tetapi itu belum belum ada lembarandi Kabupaten Tangerang,” ujar Nazril Fikri.

Dalam kesempatan ini, Uyus Setia Bhakti, Direktiur ekskutif Yayasan Lingkungan Hidup juga mengungkapkan, dalam 2 minggu pihaknya menemukan sebanyaka 250 kilogram sampah dari plastik, dengan 78 jenis sampah diKali Cisadane.

Kejadian ini sangat berpotensi buruk terhadap tingkatpencemaran di kali tersebut. Belum lagi limbah industri yangberoperasi di sepanjang bantaran kali tersebut. Kalau dibiarkan, akan semakin menambah tinggi tingkat pencemaran pada air kali tersebut.

“Ini adalah permasalahan yang seharusnya segera diselesaikan, karena akan berdampak kepada masyarakat yang memanfaatkan air kali tersebut. Ke depan kami akan melakukan patroli di sepanjang kalitersebut, membawa kamera dan akan memotret siapa-siapa yang membuangsampah sembarangan di kali. Gambarnya akan kita pampang, supaya dalampenegakan regulai tentang lingkungan hidup, si pelaku ini bisa denganmudah ditindak lewat tipiring sebagai pelaku pencemaran lingkungan,”paparnya.

Direktur Umum PDAM Tirta Kerta Raharj Sopyan Sapar juga menjelaskan, melihat kondisi Cisadne, ada persoalan tentang intak dalam mengabilair. Dalam hal ini, kata Sopyan, harus ada regulasi yang kuat.

“SIPAIizin harus ketat, dan harus dianalisis. Di hulu, banyak limbah. Limbahkarena mewarnai air sungai, walau tidak berbau, tidak akan baik untukpengolahan PDAM, juga bau. Apalagi bau berwarna dan kotor. Kalau sudahseperti itu, akan sulit dilakukan,” tandasnya.

Pengamat lingkungan dari Said Univercity Groningen, Fadwadi mengungkapkan, permasalahan air adalah permasalahan hampir di semuanegara. Namun, di Indonesia, permasalah bukan pada teknikal, tapi padainstitutional, yaitu bagaima pemerintah, swasta dan masyarakat bisa membagi perannya dalam menangani hal ini.

“Di Belanda, pemerintahanjor-joran  dalam menginvstasi terhadap PDAM. Tidak bisa dilakukan dengan sekala ekonomi yang kecil, tapi besar,” katanya

Menanggapi tentang lemahnya regulasi lingkungan hidup, Kasub Bid Pengelolaan SDA dan Air bersih BLHD, Abdul Qodir menjelaskan, aplikasi regulasi bukan tidak ada, tapi belum maksimal.

“Selain itu, Kita kekurang personil, karena ditambah anggaran besar, personilnya juga sedikit. PPLHD juga sudah tidak ada, karena sekarang dipindahkan, kesetda dan itu yang menjadi kendala. Kalau ditamba anggaran, penyerapannya tidak maksimal, akan malu juga,” pungkasnya.

Terkait acara diskusi tersebut, Ketua Pokja wartwan harian KabupatenTangerang, Teguh Wisnu memaparkan, melihat kondisi kendisi air dimusim kemarau sangat memprihatinkan. Belum lagi banyaknya pencemaranair oleh pelaku industri.

“Ini adalah bentuk keprihatinan Kami terhadap kondisi lingkungan hidup, terutama masalah air. Karena, permasalahan air adalah permasalahan yang paling krusial dalam kehidupan,” pungkasnya. (Rls/Dik)