DPC PDI-Perjuangan Kab. Tangerang Belum Tahu Calegnya Konsumsi Narkoba

DPC PDI-Perjuangan Kab. Tangerang Belum Tahu Calegnya Konsumsi Narkoba, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, DPC PDI-Perjuangan Kab. Tangerang Belum Tahu Calegnya Konsumsi Narkoba, Berita276

DPC PDI-Perjuangan Kab. Tangerang Belum Tahu Calegnya Konsumsi Narkoba, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, DPC PDI-Perjuangan Kab. Tangerang Belum Tahu Calegnya Konsumsi Narkoba, 276, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, DPC PDI-Perjuangan Kab. Tangerang Belum Tahu Calegnya Konsumsi Narkoba

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-Perjuangan).
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-Perjuangan).

TRUSTKOTACOM – Terbuktinya Ralim Sanur, Caleg Kabupaten Tangerang dari PDI-Perjuangan, mengkonsumsi narkoba menjadi citra buruk bagi partai besutan Megawati Soekarno Putri ini.

Ketua DPC PDI-Perjuangan, Kabupaten Tangerang, Barhum saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu adanya Caleg PDI-Perjuangan yang positif mengkonsumsi narkoba pasca rekannya yang over dosis di bilangan Sawah Besar, Jakarta.

“Saya belum mendapat laporan. Nanti saya cari tahu dulu,” katanayaa saat dihubungi www.trustkota.com.

Ketika ditanya apa sanksi yang akan diberikan partai jika terbukti mengkonsumsi narkoba, Barhum mengatakan, akan ada sanksi tegas dari partai jika dia benar terbukti.

“Kalau terbukti salah secara hukum, tentunya partai akan mengambil keputusan tegas,” tambahnya.

Sementara itu, Ralim Sanur yang dikonfirmasi terkesan cuek. Saat wartawan menanyakan apakah benar dirinya ada pada malam tewasnya rekannya karena over dosis, ia tak menghiraukan. “Saya baik-baik saja,” katanya

Diberitakan sebelumnya, Usnin Nur Salam (43), warga Desa Rancagong, RT 03/ RW 07, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, tewas over dosis di sebuah diskotik di bilangan Mangga Besar, Jakarta Pusat, Senin (18/11/2013) lalu.

Kapolsek Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kompol Shinto Silitonga membenarkan kejadian tersebut. Menurut Shinto, polisi mendapati korban di Rumah Sakit Husada. Kelima rekan korban semula akan membawa korban pulang ke Tangerang, namun pihak rumah sakit menghubungi polisi.

“Kami membawa korban ke RSCM untuk diotopsi. Hasil pemeriksaan dokter, korban positif menggunakan narkoba jenis ekstasi,” ujar Shinto saat dihubungi wartawan

Selain melakukan pemeriksaan terhadap Ralim Sanur, polisi juga memeriksa empat saksi lain, yang diduga mengetahui pasti tewasnya, Usnin Nur Salam.  Empat saksi lainya yakni, RE, TH, OB dan BH.

Menurut Shinto, kelima rekan korban tersebut telah di BAP sebagai saksi. Sinto juga mengatakan, kelima saksi tersebut positif mengkonsumsi narkoba jenis ekstasy, setelah menjalani pemeriksaan yang dilakukanya.

“Kelimanya akan kembali dipanggil untuk dimintai keterangan tambahan,” kata Shinto, melalui Blackberry Masagner, Kamis (21/11/2013). (ges)