Dituntut 5 Tahun Penjara, Wanita Si Pemotong Kelamin Pingsan

Dituntut 5 Tahun Penjara, Wanita Si Pemotong Kelamin Pingsan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dituntut 5 Tahun Penjara, Wanita Si Pemotong Kelamin Pingsan, Berita885

Dituntut 5 Tahun Penjara, Wanita Si Pemotong Kelamin Pingsan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dituntut 5 Tahun Penjara, Wanita Si Pemotong Kelamin Pingsan, 885, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dituntut 5 Tahun Penjara, Wanita Si Pemotong Kelamin Pingsan

Sidang terdakwa pemotong kelamin.
Sidang terdakwa pemotong kelamin.

TRUSTKOTACOM – Neneng binti Nacing (22), terdakwa pemotong kelamin Abdul Muhyi, dituntut 5 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Jumat (11/10/2013).

Dalam surat tuntutan yang dibacakan JPU Saprudin itu, Neneng dinilai terbukti melanggar pasal 351 KUHP tentang penganiayaan berat dan 362 KUHP tentang pencurian.

“Berdasarkan fakta dan saksi-saksi yang dihadirkan dalam persidangan, terdakwa terbukti telah melakukan penganiayaan berat terhadap korban Abdul Muhyi hingga menyebabkan cacat tetap. Selain itu terdakwa juga mengambil HP milik korban,” katanya.

Dan berdasarkan pertimbangan JPU, hal yang memberatkan terdakwa yakni mengakibatkan korban cacat, menghancurkan masa depan korban dan tidak mengakui kesalahannya. Sementara, hal yang meringankan tidak ada.

“Dengan demikian kami menuntut majelis hakim menyatakan terdakwa salah dan menjatuhkan hukuman pidana 5 tahun penjara, dikurangi masa tahanan,” ujar Saprudin.

Atas tuntutan itu, terdakwa Neneng menyatakan akan menyampaikan pembelaan melalui kuasa hukumnya.

Usai persidangan, Kuasa Hukum Neneng, Daniel Silalahi mengatakan, pihaknya kecewa dengan tuntutan hakim yang dinilai sangat berat. Pasalnya, tindakan Neneng dipicu perkosaan yang dilakukan Muhyi.

“Ini ada sebab akibat. Awalnya kan Muhyi yang melakukan perkosaan dengan membodoh bodohi Neneng. Fakta juga dapat dilihat, saat menjadi saksi Muhyi berbohong. Untuk itu, Kita akan buat pledio. Kita harapkan majelis hakim bisa memberikan putusan yang adil,” tukasnya.

Sidang dilanjutkan pada Rabu (16/10/2013), dengan agenda pembacaan pledio dari terdakwa. (ges)