Ditolak Berobat, Pasien Jamkesmas Terlantar di Rumah Kontrakan

Ditolak Berobat, Pasien Jamkesmas Terlantar di Rumah Kontrakan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ditolak Berobat, Pasien Jamkesmas Terlantar di Rumah Kontrakan, Berita627

Ditolak Berobat, Pasien Jamkesmas Terlantar di Rumah Kontrakan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ditolak Berobat, Pasien Jamkesmas Terlantar di Rumah Kontrakan, 627, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ditolak Berobat, Pasien Jamkesmas Terlantar di Rumah Kontrakan

IMG00504-20131210-1707

TRUSTKOTACOM – Seorang pasien Jamkesmas, bernama Agung Satrio (17), warga Kampung Kelapa, RT 07/ 03, Kelurahan Cikokol, Kota Tangerang, terpaksa harus menjalani perawatan seadanya dirumah kontrakannya, setelah ditolak berobat oleh pihak Rumah Ssakit (RS) Sintanala.

Bahkan, kondisinya kian memprihatinkan, pasalnya, Agung kerap mengalami kejang-kejang hampir dalam setiap 20 menit sekali.

Ibu korban, Anti Sumiyati mengaku kecewa dengan perlakuan pihak RS Sintanala, yang dengan sangat sengaja menolak anaknya untuk berobat di RS tersebut. Padahal, Anti telah membawa surat rujukan dari Puskesmas.

“Dia bilang dokter spesialis sarafnya tidak ada. Tapi, 30 menit kemudian, ada pasien lain yang disuruh langsung ke dokter spesialis saraf. Mentang-mentang kita gratisan, jadi diperlakuin seenaknya. Kalau memang harus bayar, kami pasti bayar,” ucapnya kesal.

Menurutnya, yang lebih menyakitkan adalah ketika pihak RS memberikan saran agar anaknya dibawa ke RS lainnya. Namun, karena kondisi anaknya semakin mengejang, dirinya meminta dibantu, agar dengan menggunakan kendaraan ambulance, tetapi pihak RS kembali menolak, dengan alasan tidak ada.

“Mereka bilangnya tidak ada ambulance, tapi kita jelas-jelas lihat ada 3 ambulance yang tidak beroperasi didepan,” tandasnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan saat dihubungi mengakui telah menerima laporan tersebut. Kendati demikian, pihaknya tengah mengkrosceknya ke RS yang bersangkutan.

“Kami belum bisa memberikan tanggapan dahulu, karena masih kami kroscek ke RS bersangkutan. Yang jelas, seharusnya jamkesmas itu berlaku, sebab, pemerintah tidak ada masalah dengan persoalan anggarannya,” (ges)