Ditengah Pandemi Covid-19, Harga Bahan Pokok Relatif Stabil

Ditengah Pandemi Covid-19, Harga Bahan Pokok Relatif Stabil, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ditengah Pandemi Covid-19, Harga Bahan Pokok Relatif Stabil, Berita457

Jenis bahan pokok bumbu dapur
Jenis bahan pokok bumbu dapur

TRUST LEBAK – Harga bahan pokok, seperti beras, minyak goreng dan gula serta komoditi lainnya di sejumlah pasar tradisional di Lebak, relatif stabil di tengah pandemi covid-19. Meski, ada beberapa jenis sembako yang mengalami kenaikan. Namun, tidak signifikan.

“Saat ini pelanggan yang datang tidak terlalu banyak pertanyaan. Mengingat, sudah beberapa pekan harga sejumlah bumbu dapur dan bahan pokok tidak mengalami kenaikan,” kata Ujang salah seorang pedagang sembako di Pasar Sampay, Jumat (5/6/2020).

Menurut Ujang, di tengah pandemi covid-19, harga sembako terhitung stabil. Bahkan ada jenis bumbu dapur yang mengalami penurunan.

“Saya bersyukur di tengah pandemi harga sembako tidak terpengaruh,” ujarnya.

Di tempat berbeda salah seorang petugas pendataan sembako di Pasar Sampay, Khayatun Nufus mengatakan, kondisi di tengah pandemi covid-19 harga sembako tidak ada yang mengalami kenaikan secara signikan.

“Untuk harga jualnya stabil. Namun, ada beberapa bahan pokok yang naik dan turun,” ungkapnya.

Berikut beberapa harga bahan pokok beserta bumbu dapur yang terhitung pada awal pekan Juni 2020, seperti pada komoditi harian diantaranya, harga beras IR Kwalitas Satu (Kw1) untuk perkilonya Rp 10.000, Kw2 Rp 9.000 sedangkan Kw3 Rp 8.500.

Kemudian, untuk harga gula pasir lokal Rp 16.000 satu kilogramnya sedangkan minyak goreng Bimoli refil 1 liter Rp 13000 dan minyak goreng curah tanpa merek Rp 11.000.

“Untuk daging sapi murni satu kilonya, Rp 140.000, daging kerbau murni Rp 150.000 dan daging ayam broiler Rp 38.000 serta telur ayam broiler Rp 24000,” ujarnya.

Disinggung soal istilah beras IR, kata wanita yang akrab disapa Atun, istilah tersebut merupakan sebutan untuk bibit padi yang merupakan hasil dari persilangan antara padi peta Indonesia dan padi jenis lain Negara Filipina, yang dinamakan namakan padi IR.

Sebutan tersebut diperoleh hasil dari sebuah penelitian Jawatan Penelitian Padi Internasional (IRRI) di Los Banos Filipina.

Sedangkan makna arti beras Kwalitas (Kw) 1, memiliki arti sebuah tingkatan yang bisa dinilai baik. Kemudian, Kw 2 dan seterusnya, semakin besar angka Kw tentunya, hasilnya tidak sebaik dari angka sebelumnya.

“Selain itu, kami bertugas hanya mendata dan melaporkan berdasarkan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi),” ungkapnya.

Di hubungi melalui sambungan seluler, Kepala Dinas perindutrian dan perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Dedi Rahmat menegaskan untuk harga sembako di beberapa pasar tradisional, tidak mengalami kenaikan di tengah pandemi covid-19.

“Ada yang naik dan turun. Namun tidak signifikan, harga masih relatif stabil,” singkatnya.

Dedi menambahkan, mengenai harga bumbu dapur yang diantaranya, seperti cabe merah kriting untuk satu kilogramnya, Rp 32.000, cabe rawit besar Rp 32.000, cabe rawit hijau Rp 24.000 dan cabe rawit merah Rp 32.000. Kemudian, bawang merah Rp 40.000, bawang putih Rp 35.000. (ding/bin).

www.trustkota.com
www.trustkota.com