Ditanya Soal CPNS K2 di Tangsel, Sekda Dudung Gelagapan

Ditanya Soal CPNS K2 di Tangsel, Sekda Dudung Gelagapan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ditanya Soal CPNS K2 di Tangsel, Sekda Dudung Gelagapan, Berita577

Ditanya Soal CPNS K2 di Tangsel, Sekda Dudung Gelagapan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ditanya Soal CPNS K2 di Tangsel, Sekda Dudung Gelagapan, 577, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ditanya Soal CPNS K2 di Tangsel, Sekda Dudung Gelagapan

Sekda Tangsel, Dudung E Diredja
Sekda Tangsel, Dudung E Diredja

TRUSTKOTACOM-Proses pemberkasan peserta lulus ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kategori 2 (K2) tahun 2013 di Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), ditengarai masih menyisakan masalah. Hingga saat ini, proses pemberkasan diketahui belum rampung.

Dikonfirmasi progres CPNS K2, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Tangsel Dudung E Diredja, gelagapandan tak siap. Padahal Dudung sempat menginformasikan bahwa proses verifikasi ulang 601 peserta K2 yang lolos, akan rampung pada akhir Maret 2014 lalu.

“Aduh, kalau soal itu tanyakan ke BKPP (Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan). Mereka yang lebih tahu,” kata Dudung ditemui di kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Setu, Selasa (22/4/2014).

Meski demikian, Dudung sempat berujar sebelum memasuki mobil dinasnya kalau proses verifikasi ulang masih on progress. “Masih on progress,” katanya sembari menaiki kendaraannya.

Diketahui, ada temuan terkait dugaan banyaknya peserta lolos ujian CPNS K2 di Tangsel yang menggunakan SK bodong. Atas temuan itu, pada Februari 2014 lalu Dudung sempat berujar dan menginstruksikan jajarannya melakukan melakukan verifikasi ulang terhadap 601peserta lolos ujian.

Ia pun menargetkan, akhir bulan Maret 2014 prosesnya harus seluruhnya rampung. “Harus dikoreksi kembali hasil yang telah dikeluarkan oleh Kementerian,” ujarnya.

Penetapan kelulusan, kata Dudung, sejauh ini belum merupakan keputusan final. Ia mengimbau, informasi adanya dugaan kecurangan proses seleksi mesti ditelaah lebih lanjut. “Kalau masa kerja, bisa jadi yang bersangkutan baru bertugas di SKPD terakhir tapi sudah lama dinas di SKPD lain. Lihat nanti saja, kalau sudah diverifikasi kan dapat diketahui ada atau tidaknya pegawai yang nakap,” tutupnya. (Qy)