Disperindag Pastikan Harga Sembako di Kota Tangerang Masih Stabil

Disperindag Pastikan Harga Sembako di Kota Tangerang Masih Stabil, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Disperindag Pastikan Harga Sembako di Kota Tangerang Masih Stabil, Berita321

Disperindag Pastikan Harga Sembako di Kota Tangerang Masih Stabil, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Disperindag Pastikan Harga Sembako di Kota Tangerang Masih Stabil, 321, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Disperindag Pastikan Harga Sembako di Kota Tangerang Masih Stabil

Salah satu pedagang daging sapi di Pasar Anyer, Kota Tangerang
Salah satu pedagang daging sapi di Pasar Anyer, Kota Tangerang

TRUSTKOTACOM TANGERANG – Dinas  Perdagangan dan Koperasi (Indakop), Kota Tangerang, memastikan harga sembako di pasar tradisional di Kota Tangerang, masih stabil. Seperti diketahui, biasanya menjelang ramdhan, harga sembako kerap melejit naik.

“Minggu keempat menjelang puasa harga sejumlah sembako masih normal. Hasil survei ke pasar-pasar tradisional di Kota Tangerang, belum ada yang naik, masih stabil,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Indakop) Kota Tangerang Muhammad Noor, Rabu (28/05/2014).

Menurutnya,  tidak ada yang perlu dikhawatirkan soal harga sembako menjelang ramdhan. Pihaknya mengaku akan terus melakukan pemantauan.  Katanya, untuk harga daging sapi masih kisaran Rp 95.000 per Kg, daging ayam broiler Rp 30.000 per kg, daging ayam kampung Rp 55.000 per kg. Untuk harga beras kualitas pertama Rp 9.500 per Kg, kualitas ke dua Rp 8.750 per Kg.

“Sementara untuk harga minyam goreng curah Rp 12.500 per liter, telur ayam negeri Rp 19-20 per Kg atau Rp1.700 per butir ,” terangnya.

Ia menambahkan, naiknya harga sembako diprediksi terjadi pada H-2 puasa. Kenaikannya sekitar 10-20 persen dari harga normal. Hal tersebut disebabkan meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap sembako, terutama daging.

“Ini sudah menjadi kebiasaan masyarakat juga. Kalau hari sebelum puasa, biasanya tidak makan daging, pas puasa harus makan daging. Ya karena hukum pasar, semakin banyak permintaan semakin tinggi harga jual,” katanya. (kew)