Dishub Lebak Dinilai Mandul

Dishub Lebak Dinilai Mandul, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dishub Lebak Dinilai Mandul, Berita859

Dishub Lebak Dinilai Mandul, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dishub Lebak Dinilai Mandul, 859, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dishub Lebak Dinilai Mandul

TrustKota.com
TrustKota.com

LEBAK,TRUSTKOTA- Aktivis pemerhati kebijakan publik Badriudin mengatakan himbauan yang diberikan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lebak terhadap pemilik usaha galian C, Rabu (29/07/2015) harus disertai dengan tindakan tegas. Pasalnya fakta dilapangan saai ini masih banyak saja mobil pengangkut pasir basah yang juga overload dari batas yang telah ditentukan.

“Dalam hal ini dishub harus berani mengambil tindakan tegas kepada pengusaha yang tidak mengindahkan himbauan yang diberikan, kalau bisa cabut ijin trayeknya,”kata Badri di Rangkasbitung, Senin (03/08/2015).

Dishub juga, Kata Badri , punya kewenangan untuk menindak tegas pengusaha galian C yang ada di kabupaten Lebak ini seperti menilang dan ijin operasionalnya.

“Jika tidak beranin, kenapa tidak mengusulkan kepada bupati agar mencabut ijin usaha, sebab jika hanya himbauan itu percum,”tegasnya.

BACA JUGA >> DISHUB LEBAK AMANKAN 5 MOBIL PENGANGKUT PASIR BASAH

BACA JUGA >> PENERTIBAN GALIAN C, PENGUSAHA MERASA DIUNTUNGKAN

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan kabupaten Lebak, Alkadri melalui telepon selulernya mengatakan pihaknya telah melaksanakan action semenjak diberikannya himbauan kepada pihak pengusaha.

“Satu hari sesudah himbauanpun kami telah melakukan tindakan tegas kepada para pengendar mobil yang membawa pasir basah atau overload dari peraturan yang sudah ditentukan dengan cara menilang kendaraannya,”katanya.

Petugas Dishub, Kata Alkadri, selalu Standby di pos pengamanan yang terletak di jalan Maulana Hasanudin, yang apabila ada mobil pengangkut pasir basah dan overload melintas akan diberhentikan sekaligus tilang.

“Untuk sementara tindakan tegas hanyalah sebatas penilangan saja, untuk yang lainnya belum bisa, karena tidak ada peralatan dan lokasi tempat yang mendukung, kecuali jika ada jembatan timbang, mungkin tindakan lainnya seperti penurunan muatan pasir dan penahanan mobil akan kami lakukan,”kilahnya. (Riz)