Dinkes Pemkab Tangerang : Gotri Yang Ditelan Puluhan Korban Babeh Akan Keluar Sendiri

Dinkes Pemkab Tangerang : Gotri Yang Ditelan Puluhan Korban Babeh Akan Keluar Sendiri, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dinkes Pemkab Tangerang : Gotri Yang Ditelan Puluhan Korban Babeh Akan Keluar Sendiri, Berita472

Dinkes Pemkab Tangerang : Gotri Yang Ditelan Puluhan Korban Babeh Akan Keluar Sendiri, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dinkes Pemkab Tangerang : Gotri Yang Ditelan Puluhan Korban Babeh Akan Keluar Sendiri, 472, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dinkes Pemkab Tangerang : Gotri Yang Ditelan Puluhan Korban Babeh Akan Keluar Sendiri

Ilustrasi
Ilustrasi

Trustkota, Tangerang — Puluhan anak lelaki yang menjadi korban penyimpangan seksual yang dilakukan oleh Wawan Sutiono (49) alias Babeh diwilayah Rajeg, Kabupaten Tangerang, menjalani proses pemeriksaan kesehatan.

Pemeriksan fisik yang dilakukan oleh pihak Dinas Kesehatan tersebut dilakukan di Bidan Nila Herniyanti, Kampung Gembong, Desa Sukamanah, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang.

“Proses pemeriksaan ini kita lakukan untuk mengetahui secara dini kondisi fisik korban dari babeh. Apakah dia mengalami sakit atau tidak,” kata Kasubag Pusat Pelayanan Terpadu pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Dedi Agus, Selasa, (9/1/ 2018).

Pemeriksaan fisik tersebut, pihaknya mendeteksi kondisi detak jantung dan pernapasan korban serta, mengecek kondisi perut korban. Hasilnya, hampir seluruh korban babeh tak memiliki efek parah atas gotri yang telah ditelannya.

“Kalau dari analisa gotri itu kan semacam butiran yang apabila masuk kedalam tubuh dia tidak bisa dicerna. Jadi, gotri akan keluar demgan sendirinya. Secaera fisik pun mereka tidak ada kendala apa apa. Namun, bila ada yang mengeluhkan sakit diperut, akan hal itu kita sarankan untuk ke RSUD Balaraja,” terangnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Wawan diamankan kepolisian pada 20 Desember 2017 meringkus dirinya di kawasan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Dalam melancarkan aksinya ia menggunakan modus memiliki ilmu pintar ditambah, ia yang pandai mengaji dikenal sebagai ustadz. Hal tersebut dimanfaatkan pelaku untuk menyodomi 41 anak tersebut. Sebelum melakukan penyimpangan seksual tersebut, pelaku meminta para korban menelan gotri dalam sekali melakukan tindakan seksual.

Atas perbuatannya pun, pelaku dijerat dengan Perppu nomor 1 tahun 2016 terkait hukuman kebiri kimiawi dan Undang-Undang 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan hukuman 15 tahun penjara.(Chy)