Dinilai Tutup Mata Soal DBD, Dinkes Lebak Didemo

Dinilai Tutup Mata Soal DBD, Dinkes Lebak Didemo, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dinilai Tutup Mata Soal DBD, Dinkes Lebak Didemo, Berita796

Dinilai Tutup Mata Soal DBD, Dinkes Lebak Didemo, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dinilai Tutup Mata Soal DBD, Dinkes Lebak Didemo, 796, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dinilai Tutup Mata Soal DBD, Dinkes Lebak Didemo

Sejumlah Mahasiswa PMKC ketila melangsungkan aksi di depan kantor Dinkes Lebak
Sejumlah Mahasiswa PMKC ketila melangsungkan aksi di depan kantor Dinkes Lebak

LEBAK,TRUSTKOTA- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak didemo Pergerakan Mahasiswa Kecamatan Cikulur (PMKC), Senin (16/3/2015).

Aksi demo belasan PMKC ini, ditenggarai karena Dinkes dinilai tutup mata, terkait mewabah virus Demam Berdarah Dengue (DBD) di desa Cigoong Selatan, Kecamatan Cikulur. Yang diduga menelan korban sebanyak 9 orang, bahkan 1 orang diantaranya meninggal dunia, bahkan tidak itu saja untuk melakukan pogging masyarakat juga dikenakan biaya.

“Kami disini turun kejalan karena tidak adanya tindakan cepat oleh Dinas Kesehatan, padahal kejadian virus ini sudah berlangsung dalam kurun waktu 1 bulan,”Ujar Kordinator Lapangan Aksi, Syaeful Riki.

Sampai saat ini, kata Epul  tidak ada tindakan oleh Dinkes Lebak, padahal sudah jelas , virus ini sudah memakan 9 orang korban yang satu diantaranya meninggal dunia sedangkan untuk fogging saja harus mengeluarkan biaya.

” Mana tanggungjawab dinkes, ” katanya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak , Sukirman mengatakan, pihaknya  telah melakukan sosialisasi dan fogging sesuai dengan prosedur.

“Sekarang kami menilai mahasiswa ada kesalah pahaman, karena 1 orang yang meninggal itu bukan karena DBD, tapi karena Tipoid (Berak Darah) dan kami merasa fogging bukan satu-satunya pemutus jaringan sedangkan yang menyatakan positif atau tidaknya DBD itu Rumah Sakit bukan Dinkes,”kilah Sukirman.

Sebenarnya, sambung Kirman, pihaknya bukan tidak mau melakukan fogging akan tetapi tidak ada kejelasan adanya DBD di daerah tersebut.

” dan kami tegaskan fogging itu bahaya mengandung racun dan tidak harus mengeluarkan biaya,” Katanya. (Riz)‎

HipnoGasm 250 x 250

Berita Terkait