Dilarang Berjualan, Pedagang Desak DPRD Lebak Panggil PT. KAI

Dilarang Berjualan, Pedagang Desak DPRD Lebak Panggil PT. KAI, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dilarang Berjualan, Pedagang Desak DPRD Lebak Panggil PT. KAI, Berita905

Dilarang Berjualan, Pedagang Desak DPRD Lebak Panggil PT. KAI, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dilarang Berjualan, Pedagang Desak DPRD Lebak Panggil PT. KAI, 905, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dilarang Berjualan, Pedagang Desak DPRD Lebak Panggil PT. KAI

Pedagang demo di gedung DPRD Kabupaten Lebak, Senin (09/08/2013).
Pedagang demo di gedung DPRD Kabupaten Lebak, Senin (09/08/2013).

TRUSTKOTACOM-Di masa jabatannya yang hanya beberapa bulan lagi, kinerja wakil rakyat di DPRD Kabupaten Lebak, kembali diuji. Senin (09/08/2013), pedagang asongan melakukan aksi demo di depan gedung DPRD. Mereka meminta wakil rakyatnya membela mereka, agar bisa berjualan lagi di Statsiun Rangkasbitung dan Kereta Api (KA).

Selama ini, PT. KAI melarang para pedagang ini, berjualan di dalam kereta api dan area Statsiun Rangkasbitung. Mereka mendesak  DPRD Kabupaten Lebak, memanggil PT.KAI (Persero) dan mengizinkan mereka kembali berjualan.

“Kami minta anggota DPRD memanggil pihak PT. KAI dan  memberikan izin kami kembali lagi mencari nafkah untuk keluarga kami seperti biasa,” teriak Muhamad Arif, saat orasi mewakili puluhan para pedagang di depan gedung DPRD Lebak.

Para pedagang juga meminta, DPRD selaku wakil rakyat bertindak tegas untuk kepentingan masyarakat. Jika kebijakan PTA KAI dibiarkan, para pedagang ini meyakini, akan semakin sulit memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya. Selama ini,  ekonomi keluarga para pedagang ini, berasal dari hasil berdagang mereka di Statsiun dan KA.
“Kami ini, masyarakat Kabupaten Lebak. Kami perlu dibela oleh wakil rakyat dan pemimpin pemerintahan yang kami pilih. Penertiban yang dilakukan oleh PT. KAI, sudah tidak manusiawi. Petugas PT. KAI tidak segan-segan menendang pedagang saat melakukan penertiban,” terang Arif.

Para pedagang juga menilai, apa yang dilakukan PT KAI, tidak sesuai dengan Undang Undang 1945, pasal 33 ayat 1 tentang kesejahteraan sosial perekonomian disusun sebagai usaa bersama atas azas kekeluargaan.

Setelah menyampaikan aspirasinya, para pedagang membubarkan diri dan mengancam akan melakukan aksi demo kembali dengan jumlah massa jika DPRD tidak mewujudkan aspirasi mereka. (jal)

HipnoGasm 250 x 250

Berita Terkait