Diduga Timpuk Siswi, Guru SMAN 5 Kota Tangerang Disatroni Orang Tua Murid

Diduga Timpuk Siswi, Guru SMAN 5 Kota Tangerang Disatroni Orang Tua Murid, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Diduga Timpuk Siswi, Guru SMAN 5 Kota Tangerang Disatroni Orang Tua Murid, Berita278

Diduga Timpuk Siswi, Guru SMAN 5 Kota Tangerang Disatroni Orang Tua Murid, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Diduga Timpuk Siswi, Guru SMAN 5 Kota Tangerang Disatroni Orang Tua Murid, 278, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Diduga Timpuk Siswi, Guru SMAN 5 Kota Tangerang Disatroni Orang Tua Murid

1149522_4703968737410_1928117075_o

TANGERANG TRUSTKOTA – Hanifah Adelia Balqis (17), siswi Kelas 12 SMAN 5 Kota Tangerang mengadukan dugaan kekerasan yang dilakukan oleh salah seorang oknum guru disekolah itu, kepada orang tuanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Bilqis, diduga ditimpah oleh gurunya dengan menggunakan lempengan platina kecil, saat tengah mengikuti pelajaran elektro (IPA), hingga mengenai bagian punggung belakangnya.

“Awalnya saya minta ijin untuk pergi ke toilet sebentar. Tapi saya disuruh kerjakan soal dulu, disuruh mengitung soal dulu, dan saya menghitungnya dengan menggunakan kalkulator, abis itu baru saya langsung ke toilet,” kata Bilqis, saat ditemui di sekolahnya.

Namun, sekembalinya dari toilet, lanjut Bilqis, dirinya diberitahukan oleh teman kelasnya, kalau oknum guru tersebut sempat menyebutnya bodoh. “Saya dikasih tau temen, pas saya ke toilet, guru itu ngatain saya bego,” ucapnya, polos.

Selanjutnya, dirinya mengaku sempat dilempari sebuah penghapus sebelum akhirnya ditimpah kembali dengan tumpukan pertina kecil sebanyak 27 lempeng.

Sontak, kabar tersebut membuat geram orangtua siswi itu. Sang ibu punĀ  langsung bergegas menyatroni pihak sekolah, untuk dimintai pertanggungjawabannya. Sedangkan, ayahnya bernama Hanafi Tanawijaya, langsung mengabarkan insiden tersebut kepada sejumlah awak media.

Kendati demikian, usai bermediasi dengan perwakilan dari pihak sekolah, sang ibu akhirnya memaafkan perlakuan tersebut. Namun, dirinya berharap perlakuan kurang terpuji seperti ini tidak terulang lagi.

“Kita tadi sudah bermediasi dengan pihak sekolah. Mereka juga sudah meminta maaf, masalah ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan mas,” ucap Sang Ibu, saat ditemui di luar sekolah.

Sementara itu, Safrial, seorang Guru Bidang Kesiswaan disekolah tersebut ketika dikonfirmasi, enggan memberikan keterangan lebih mendalam, lantaran dirinya merasa permasalahan itu telah selesai.

“Itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Ibu siswi sudah datang tadi, saya tidak mau kasih komentar terkait permasalahannya, karena bukan kapasitas saya. Dan saat ini kepala sekolah juga sedang tidak ada disini,” pungkasnya. (Fth/Bil)