Diduga Serobot Tanah Warga, PT Armedian Libatkan Brimob

Diduga Serobot Tanah Warga, PT Armedian Libatkan Brimob, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Diduga Serobot Tanah Warga, PT Armedian Libatkan Brimob, Berita702

Diduga Serobot Tanah Warga, PT Armedian Libatkan Brimob, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Diduga Serobot Tanah Warga, PT Armedian Libatkan Brimob, 702, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Diduga Serobot Tanah Warga, PT Armedian Libatkan Brimob

TRUSTKOTA, LEBAK- Karena telah meratakan tanah milik warga yang berisi pohon-pohon tua , PT Armedian Karyatama diduga lakukan penyerobotan lahan milik warga yang berlokasi di Kampung Cinangka, Desa Pasir Kembang, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak. Sehingga saat pelaksanaan perataan tanah nyaris terjadi bentrokan fisik dengan warga selaku pemilik lahan.

Tidak mau terdesak oleh warga, pihak PT Armedian yang mengklaim jika tanah seluas 1,5 hektare  yang dimiliki oleh warga tersebut merupakan tanah milik perusahaan yang telah dimiliki sejak tahun 1995 lewat pembebasan lahan, pihak perusahaan terpaksa menurunkan ratusan anggota brigade mobil (brimob) dari Polda Banten untuk mengamankan aksi protes warga. Namun ironisnya, penjagaan ketat anggota Brimob tersebut bukannya melakukan pengamanan, tapi malah melakukan tindakan kurang terpuji karena sempat melakukan pemukulan terhadap warga.

Tokoh masyarakat Desa Pasir Kembang,  H. Adjud,
menyayangkan tindakan ratusan personil dari aparat penegak hukum yang mengaku dari anggota brimob yang melakuan tindakan semena-mena pada saat memblokade warga yang sedang berupaya mencoba mempertahankan haknya yang dikalim oleh PT Armedian Karyatama

“Saya merasa heran kenapa aparat penegak hukum malah berpihak pada perusahaan yang sudah jelas telah mengklaim lahan kami, bahkan salah satu pemilik lahan yang bernama Alek Subroto dipukulin hanya karena menyampaikan kepada pihak perusahan bahwa lahan itu adalah hak milik warisan turun temurun dari nenek moyang nya,”kata H. Adjud

Menurut H. Ajdud, saat dirinya menyampaikan pemberitahuan kepada pihak perusahaan jika tanah tersebut milik warga,  dengan jumlah yang cukup banyak para anggota brimob tersebut langsung menghampiri dan memukuli  warga yang menyebabkan salah satu dari warga mengalami luka ditangan kirinya akibat pukulan dari oknum anggota brimob. Bahkan kamera milik salah satu wartawan tabloid yang tengah melakukan peliputan dirampas juga oleh oknum aparat.

“Kenapa ini terjadi pada saat-saat momen hari kemerdekaan Republik Indonesia, artinya pihak perusahaan telah merusak arti kemerdekaan, memangnya perusahaan tidak punya cara lain yang lebih elegan,”Kata H. Adjud, Kepada Wartawan, Di Pasir kembang Minggu(16/8).

Ditempat sama , Supardi Pemilik lahan Seluas 1,5 hektare tersebut mengatakan, hasil musyawarah di desa pihak PT Armedian dan Desa menegaskan agar pada lahan seluas 1,5 hektare tersebut diberi tanda atau patok yang menandakan lahan tersebut masih sah milik warga yang belum dijual.

“saya menyayangkan , pada hasil musyarah bersama , sudah jelas bahwa tanah yang sudah diberi tanda patok itu murni milik warga , akan tetapi pihak perusahaan pada hari Minggu (16/08/2015) melakukan penebangan pada tanah tersebut dan kami menduga bahwa tindakan yangdilakukan pihak perusahaan adalah penyerobotan lahan,”paparnya.

Sementara Rudi salah satu perwakilan  dari PT Armedian Karyatama mengaku bahwa sejauh ini pihak nya tengah berupaya untuk mencari jalan terbaik tanpa harus terjadi konflik antara perusahaan  dengan warga yang mengaku lahan nya belum di bebaskan.   

“Untuk sementara ini kami sedang lakukan upaya agar persoalan ini tidak menjadi konflik berkepanjangan bagi kedua belah pihak,” pungkas nya. (Riz) 
HipnoGasm 250 x 250

Berita Terkait