Diduga Dibiarkan Begitu Saja, Pasar Leuwidamar Mati Suri

Diduga Dibiarkan Begitu Saja, Pasar Leuwidamar Mati Suri, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Diduga Dibiarkan Begitu Saja, Pasar Leuwidamar Mati Suri, Berita617

Diduga Dibiarkan Begitu Saja, Pasar Leuwidamar Mati Suri, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Diduga Dibiarkan Begitu Saja, Pasar Leuwidamar Mati Suri, 617, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Diduga Dibiarkan Begitu Saja, Pasar Leuwidamar Mati Suri

Pasar Leuwidamar yang sudah 10 tahun lebih tidak terawat
Pasar Leuwidamar yang sudah 10 tahun lebih tidak terawat

LEBAK,TRUSTKOTA- Pasar Leuwidamar seakan mati suri, pasalnya bangunan pasar yang sudah tidak terawat dan sepi pengunjung ini sudah 10 tahun lebih tidak tersentuh oleh pemerintah kabupaten Lebak.

Gunawan (40) salah satu pemilik toko di pasar tersebut , desa Lebak Parahiang mengatakan, pihaknya menyesalkan tidak adanya kepedulian dari pemerintah setempat terhadap pasar tersebut.

“Sudah 10 tahun lebih pasar ini tidak ada bantuan dari pemerintah daerah dan saya sendiri merasa khawatir dengan keadaan pasar seperti sekarang ini,”jelasnya, Sabtu (25/07/2015).

Menurut Gunawan, pasar yang memiliki luas sekitar 3000 m2 ini, hanya ada 3 sampai 4 toko saja yang buka dengan keadaan pasar yang tidak terawat juga kumuh.

“Diwaktu jayanya, pasar Leuwidamar ini ramai pengunjung mulai dari muncang, cisimet, cirinten ada datang ke pasar ini, tapi sudah 10 tahun kebelakang semuanya hilang dan sepi pengunjung,”ujarnya.

Untuk itu, Kata Gunawan, pihaknya mengharapkan adanya bantuan dari pemerintah daerah agar ada perawatan atau rasa peduli terhadap pasar tersebut.

“Saya harap pemerintah setempat bisa peduli dan sedikit memperhatikan keadaan pasar saat ini, setidaknya rehabilitasi keadaan pasar yang tidak terawat ini, untuk apa banyak bangunan toko akan tetapi tidak terawat dan dikhawatirkan runtuh dan ditanah yang luas ini , masa hanya ada 3 sampai 4 toko saja yang buka,”paparnya.

Sementara Saepul (35) pengunjung  desa Wantisari mengatakan, sekarang ini belanja kebutuhan dapur sudah sulit tidak seperti dahulu.

“Sekarang susah untuk belanja kebutuhan dapur, di pasar tersebut terkadang tidak ada apa-apa sebab yang berjualan hanya 3 sampai 4 toko saja, jika tidak ada di pasar tersebut mau tidak mau harus pergi ke pasar Rangkasbitung yang memerlukan ongkos ┬álebih mahal juga,”pungkasnya. (Riz)