Diduga Ada Money Politik di Pilkades Pondok Jaya

Diduga Ada Money Politik di Pilkades Pondok Jaya, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Diduga Ada Money Politik di Pilkades Pondok Jaya, Berita375

Diduga Ada Money Politik di Pilkades Pondok Jaya, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Diduga Ada Money Politik di Pilkades Pondok Jaya, 375, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Diduga Ada Money Politik di Pilkades Pondok Jaya

Suasana saat pembagian beras di Desa Pondok Jaya, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang.
Suasana saat pembagian beras di Desa Pondok Jaya, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang.

TRUSTKOTACOM – Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 147 Kelurahan se-Kabupaten Tangerang, yang akan digelar pada 30 juni mendatang, rentan ditemukan indikasi politik uang (Money Politik)yang dilakukan salah satu calon kepala desa. Seperti yang terjadi di Desa Pondok Jaya, Kecamatan Sepatan. Pembagian beras oleh salah satu calon, kepada warga.

“Saya hanya diamanatkan untuk membagikan beras ini kepada kelompok tertentu. Jadi saya tidak tahu, silahkan tanya saja ƾąмå pihak yang memberikannya,” kata Roni (42) warga RT 005/01, Desa Pondok Jaya, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, kepada trustkota.com, Jum’at (28/06/2013).

Menurutnya, pembagian beras tersebut adalah fidiah yang dilakukan oleh salah satu calon atas acara seratus hari orangtuanya. “Ini itu fidiah seratus hari ibunya, jadi saya hanya diamanatkan saja, semua juga dibagikan ko tidak pandang kubu manapun,” ujarnya.

Sementara, Mustofa (60) warga lainnya merasa tidak pernah mendapatkan beras fidiah tersebut. “Saya tidak dapet, padahal saya warga sini juga,” katanya.

Puji (40) masa pendukung calon lainnya mengatakan, pihaknya menduga pembagian beras dengan dalih fidiah tersebut adalah sebagai politik uang yang sengaja dilakukan untuk mengajak dan mencari dukungan.

“Kalau memang itu pembagian beras murni fidiah, kenapa dilakukannya malam hari, selain itu juga menggunakan mobil yang bergambar kubu mereka. Bahkan yangg lebih parahnya kenapa hanya kepada kelompok-kelompok tertentu saja, kami hanya menginginkan demokrasi yang tertib dan aman tanpa ada kecurangan-kecurangan,” pungkasnya.

Terpisah, Suherman Ketua BPD Desa Pondok Jaya mengatakan, pihaknya menyayangkan, adanya pembagian beras yang dilakukan salah satu calon menjelang detik-detik pilkades yang akan dilakukan lusa mendatang. “Saya memang mendapat laporan dari masyarakat semalam terkait adanya pembagian beras fidiah.

Kalau bicaranya untuk fidiah seratus hari si sah-sah saja, namun yang disayangkan adalah waktu pembagiannya di malam hari selain itu juga menggunakan mobil yangg bergambar salah satu calon. Tapi saya baru sebatas informasi dari masyarakat, kalau memang itu benar kami sebagai penyelenggara pemilu akan menegur calon tersebut, agar tetap melakukan tata tertib calon dalam pilkades ini,” paparnya. (ges)