Dicuekin Pemerintah, Warga Protes Green Lake City

Dicuekin Pemerintah, Warga Protes Green Lake City, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dicuekin Pemerintah, Warga Protes Green Lake City, Berita565

Dicuekin Pemerintah, Warga Protes Green Lake City, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dicuekin Pemerintah, Warga Protes Green Lake City, 565, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dicuekin Pemerintah, Warga Protes Green Lake City

Warga tanam pohon pisang di jalan yang rusak akibat kendaraan proyek.
Warga tanam pohon pisang di jalan yang rusak akibat kendaraan proyek.

TRUSTKOTACOM – Kesal karena keluhannya tak pernah didengar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, warga di Kelurahan Gondrong, Kecamatan Petir, Kota Tangerang menggelar aksi protes terhadap pengembang Green Lake City, Minggu (17/02/2013).

Puluhan warga  Gondrong yang notabennya warga di RT 1-5 RW 5, menggelar aksi protes terhadap pengembang  dengan cara menanam tiga batang pohon pisang serta menjaring ikan lele di  Jalan H Mas Mansyur, yang rusak akibat kendaraan berat milik PT Agung Sedayu Group, pengembang Green Lake City. Aksi warga ini mengakibatkan kemacetan yang cukup panjang di jalan tersebut.

Tokoh masyarakat Kelurahan Gondrong Asmuni (52) mengatakan, pembangunan mega proyek Green Lake City yang berlangsung sejak dua tahun lalu telah merugikan masyarakat, khususnya 5 RT di RW 5. Dampak pembangunan tersebut diantaranya jalan rusak dan berlubang.

“Kendaraan berat yang lalu lalang, merusak Jalan H Mas Mansyur sepanjang 2 kilometer. Kalau panas banyak debu, kalau hujan becek dan menjadi kubangan. Sudah banyak yang kecelakaan juga akibat jalan rusak ini,” tukasnya.

Asmuni menambahkan, perumahan warga juga terkena banjir saat musim hujan. Hal tersebut disebabkan PT Agung Sedayu Group membangun proyek di lahan resapan air. “Dulunya lahan itu rawa, sekarang diurug setinggi 1 meter. Saya sudah puluhan tahun tinggal di sini, baru terkena banjir setelah ada proyek itu,” katanya.

Sekertaris Badan Musyawarah Masyarakat Gondrong Rustam menjelaskan, pihaknya sudah menyampaikan tuntutan warga ke pihak pengembang dan Pemkot Tangerang. Namun, tidak pernah ada tanggapan. Selain itu pemerintah juga tidak turun tangan. “Mereka cuma janji-janji mau memperbaiki jalan, tapi sampai sekarang tidak dilakukan. Pemerintah juga diam saja, kita seperti tidak punya pemerintah,” tegasnya.

Untuk itu pihaknya menuntut agar pembangunan Green Lake City distop hingga tuntutan warga terpenuhi. Jika tidak, warga akan terus melakukan aksi demo menutup jalan sehingga proses pembangunaan terhambat. “Kita mau jalan diperbaiki, kendaraan berat cuma boleh lewat malam hari. Saluran air juga dibuat agar rumah warga tidak banjir,” tukasnya.

Pihak Pemkot Tangerang sendiri melalui Plt Kabag Humasnya Amal Hermawan Budi ketika wartawan menghubungi enggan mengangkat telepon selularnya. (ges)