Dicky Siap Perjuangkan Kepentingan Masyarakat Kabupaten Lebak

Dicky Awaludin
Dicky Awaludin

Beberapa bulan lagi, Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif akan segera digelar. Pemilu legislatif akan digelar pada 9 April 2014 mendatang. Para Calon Anggota Legislatif (Caleg), sudah mulai menebar pesona untuk menarik simpatik masyarakat.

Di Kabupaten Lebak misalnya, para caleg sudah mulai beraksi dengan kegiatan sosialisasi dan memampang foto-fotonya melalui baliho dan bener di sejumlah jalan.

Sabtu (14/09/2013) pagi, Dicky Awaludin, salah satu Caleg DPRD Provinsi Banten dari Partai PPP, berhasil trustkota temui. Ditanya soal motivasinya mencalonkan diri, Caleg Nomor Urut 2 (Dua) itu mengatakan, ingin merubah paradigma masyarakat terhadap anggota DPRD, yang selama ini kerap didengarnya.

“Saya kira sudah menjadi rahasia umum, bagaimana pandangan masyarakat saat ini, terhadap kinerja anggota DPRD. Untuk merubah pandangan itu, tentunya saya harus benar-benar bekerja untuk masyarakat,” kata mantan wartawan disejumlah media harian lokal di Banten itu.

Meski demikian ia tidak mengatakan wakil-wakil rakyat selama ini, tidak bisa bekerja. Kata Dicky, kalau  para wakil rakyat yang duduk saat ini tidak bisa bekerja, tidak mungkin mereka duduk di kursi DPRD.

“Saya ingin menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap anggota DPRD. Soal bisa bekerja atau tidak seorang wakil rakyat selama ini, hanya rakyat yang bisa menilai. Saya salah satu rakyat itu sebelum mencalonkan diri, ” ujarnya.

Jika terpilih, dicky mengaku akan mengawal pembangunan di Kabupaten Lebak khususnya di dibidang infrastruktur dan kesehatan.  Infrastruktur di Kabupaten Lebak khususnya di pelosok-pelosok desa sangat memprihatinkan. Adapun program untuk hal ini yang selama ini berjalan tidak mengedepankan kualitas hinga mengakibatkan hasil yang kurang baik. Begitupun
dibidang kesehatan.

“Insyaalah jika terpilih saya akan memperjuangkan setiap aspirasi masyarakat saya dan mengingatkan serta mengawal pemerintah Provinsi maupun Kabupaten lebak untuk mengulirkan program-program bagi kepentingan masyarakat. Ini bukan janji tapi niat. Karena saya tahu masyarkat sudah jenuh dengan janji-janji caleg,” aku Dicky.

Kembali disingung, apakah dirinya tidak merasa khawatir kalah, karena dirinya merupakan pendatang baru di politik dan pengalaman politiknya jauh lawannya, Dicky mengatakan, untuk niat baik tidak ada yang perlu ditakuti.

Apalagi, lanjut Dicky, Pileg ini merupakan momen demokrasi dimana hak demokrasi sepenuhnya ada ditangan masyarakat. Secanggih apapun strategi politik para caleg, tetap saja  nasibnya ada ditangan masayarakat. Masyarakat yang memilih siapa yang pantas menjadi wakilnya di lembaga  legislatif nanti.

Adapun mengenai money politik, yang sudah menjadi rahasia umum disetiap momen Pemilu Legislatif, Dicky menegaskan, money politik jelas upaya pembodohan terhadap masyarakat. Ia meyakini , masayarakat saat ini sudah sadar dengan hasil-hasil money politik yang dilakukan para caleg.

Dicky menambahkan, hasil money politik, sudah dirasakan masyarakat. Caleg yang mengunakan money politik tidak akan peduli terhadap masayarakat. Dan hal itu dinilainya wajar,  karena caleg yang menggunakan money politik, berpikiran, suara yang didapatnya hasil transaksional dan bukan dari nurani dan aspirasi.

“Menurut saya, para caleg harus sadar diri bahwa dirinya akan bekerja untuk rakyat dan bukan membeli rakyat dengan suaranya. Saya juga berharap Panwaslu dan KPU bekerja secara profesional. Anggaran dari rakyat yang telah dimiliki Panwaslu dan KPU menuntut dua lembaga ini untuk menciptakan Pemilu Legislatif yang jujur dan bersih sesuai harapan masyarakat,” ungkap mantan wartawan di sejumlah media harian lokal di banten itu. (cun)