Dibacok Preman, Purnawirawan TNI AD Dilarikan ke Rumah Sakit

Dibacok Preman, Purnawirawan TNI AD Dilarikan ke Rumah Sakit, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dibacok Preman, Purnawirawan TNI AD Dilarikan ke Rumah Sakit, Berita210

Dibacok Preman, Purnawirawan TNI AD Dilarikan ke Rumah Sakit, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dibacok Preman, Purnawirawan TNI AD Dilarikan ke Rumah Sakit, 210, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dibacok Preman, Purnawirawan TNI AD Dilarikan ke Rumah Sakit

Trustkota.com
Trustkota.com

TANGERANG TRUSTKOTA – Seorang Purnawirawan TNI AD berinisial RS dikeroyok dan dibacok sekelompok preman di Jalan Roro Jongrang Perumnas II, RT O6/04, Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Informasi yang diperoleh TrustKota.com, pembacokan tersebut terjadi sekitar pukul 02.30 WIB dini hari. Peristiwa bermula ketika korban mengawal sebuah truk Kontener bermuatan Filter air milik PT Surya Banyu Wetan dari Tanjung Priok, Jakarta ke Ruko Ruko Jl.Roro Jonggrang Perumnas II.

Ketika korban sedang menunggu kontener yang tengah bongkar muatan, tiba-tiba datang dua orang pria yang menghampiri korban. Lalu mereka pun mengobrol.

Entah apa yang dibicarakan ketiganya. Obrolan antara korban dan pelaku berujung cek cok. Setelah terlibat perang mulut kedua pelaku kemudian meninggalkan lokasi.

Beberapa menit kemudian pelaku berasama tiga rekanya kembali datang dan langsung mengeroyok korban. Dan salah satu pelaku langsung membacok lengan korban dengan sebilah pedang.

Akibatnya, korban pun mengalami luka di tangan kiri bagian sikut lengan dan pergelangan tangan. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit oleh warga sekitar. Para pelaku kemudian melarikan diri. Dan kemudian tersangka berinisial PR dibekuk polisi.

Kapolsek Kelapa Dua, Kompol Awaludin Amin membenarkan peristiwa yang terjadi tersebut. Dan pihaknya sudah mengamankan tersangka.

“Tersangka sudah kami amankan tidak lama setelah kejadian,” ungkap Kompol Awaludin Amin kepada TrustKota.Com, Jum’at (28/8/2015).

Tersangka kini terjerat Pasal 351 KUHP tenang penggeroyokan. Tersangka bakal diganjar ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (cun/joe).