Di Sidang Tipikor, WH Mengaku Tidak Tahu Soal Dana Sphonsorship ke PSSI

Di Sidang Tipikor, WH Mengaku Tidak Tahu Soal Dana Sphonsorship ke PSSI, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Di Sidang Tipikor, WH Mengaku Tidak Tahu Soal Dana Sphonsorship ke PSSI, Berita806

Di Sidang Tipikor, WH Mengaku Tidak Tahu Soal Dana Sphonsorship ke PSSI, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Di Sidang Tipikor, WH Mengaku Tidak Tahu Soal Dana Sphonsorship ke PSSI, 806, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Di Sidang Tipikor, WH Mengaku Tidak Tahu Soal Dana Sphonsorship ke PSSI

Kantor PDAM Tirta Benteng Kota Tangrang.
Kantor PDAM Tirta Benteng Kota Tangrang.

TRUSTKOTA SERANG – Dalam sidang yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Serang, Rabu (07/05/2014), mengenai dugaan korupsi dana sponsorship PDAM Tirta Benteng untuk PSSI Kota Tangerang, Mantan Walikota Tangerang Wahidudin Halim (WH), mengaku tidak tahu.

Wahidin dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus yang menyeret Direktur PDAM Kota Tangerang, Ahmad Marju Kodri dan Sekretaris  PSSI  Wilayah Kota Tangerang, Syahril.

Dalam kesaksiannya WH mengaku tidak tahu menahu soal adanya penyaluran dana sponsorship dari PDAM Tirta Benteng ke PSSI sebesar Rp500 juta.

“Berdasarkan Perda Nomor 11 Tahun 2009, segala aktivitas PDAM harus izin, namun tidak ada ijin dari saya sebagai walikota,” kata WH di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin Hakim Cipta Sinuraya.

WH baru mengetahui adanya penyaluran dana tersebut, berdasarkan hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Saya baru mengetahuinya dari temuan BPK,” katanya singkat.

Sepanjang sudah disahkan Rencana Kerja Anggaran Pemerintah (RKAP), lanjut WH kepada Majelis Hakim, tidak mesti harus izin. Karena nanti akan dilaporkan melalui pertanggungjawaban di akhir tahun.

“Saya merasa tidak memberikan izin, untuk penyaluran dana tersebut. Padahal, Pemkot memiliki andil dalam kepemilikan PDAM,” tegasnya.

Setelah memberikan kesaksian, oleh Majelis Hakim PN Serang, WH diperbolehkan untuk meninggalkan ruangan sidang dan di persilakan untuk pulang.

“Bapak mau langsung pulang atau menunggu sidang sampai akhir? Jika ingin pulang silakan, tapi nanti jika dibutuhkan kesaksiannya, saya harap bapak bisa kembali hadir,” kata Ketua Majelis Hakim Cipta Sinuraya.(mb/dik)