Desak Pengusutan Penurunan Bendera di Jayanti, Gabungan Ormas Turun ke Jalan

Desak Pengusutan Penurunan Bendera di Jayanti, Gabungan Ormas Turun ke Jalan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Desak Pengusutan Penurunan Bendera di Jayanti, Gabungan Ormas Turun ke Jalan, Berita188

Ketua Presidium Aliansi Prisai Bela Merah Putih Moh Amin saat orasi /TRUSTKOTA.com
Ketua Presidium Aliansi Prisai Bela Merah Putih Moh Amin saat orasi /TRUSTKOTA.com

TRUSTKOTA TANGERANG- Ratusan massa dari Aliansi Prisai Bela Merah Putih (APBMP) menggelar aksi di depan kantor Bupati Tangerang di Tigaraksa, Rabu (12/7/2017).

Aliansi yang terdiri dari Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI), Taruna Merah Putih (TMP), KNPI Jayanti, Karang Taruna, Pemuda Pancasila, dan berbagai elemen lainnya mendesak agar pelaku penurunan bendera setangah tiang saat mutasi Camat Jayanti M Nawawi ditindak.

“Kami mendesak agar pelaku penurunan bendera di Kecamatan Jayanti ditindak tegas oleh aparat dan pemerintah Kabupaten Tangerang,” ujar Moh Amin, Ketua Presidium Aliansi Prisai Bela Merah Putih (APBMP) kepada wartawan.

Terang Amin, upaya penurunan bendera yang dilakukan tersebut menciderai bangsa Indonesia serta harkat dan martabat negara.

“Penurunan bendera setengah tiang diatur oleh undang-undang dan penurunan bendera saat camat dimutasi sangat tidak dibenarkan,” ucapnya.

Amin mendesak aparat kepolisian dan instansi terkait untuk melakukan pengusutan atas peristiwa 19 Juli yang lalu tersebut.

“Kami beri waktu polisi 14 hari melakukan penyelidikan dan kepada Kepala Kesbangpol untuk membekukan tiga LSM yang diduga terlibat di lokasi kejadian. Dan 14 hari lagi kami akan kembali jika penyelesaiannya lamban, ” tukasnya.

Lanjut Amin, masalah merah putih bukan lagi masalah Jayanti. Namun sudah ranah nasional. “Kalau tidak ditutup kerannya, massa dari Bogor dan Jakarta juga akan melakukan aksi. Kami harap pihak terkait segera bertindak cepat,” tegasnya.

Ketua Taruna Merah Putih (TMP) Kecamatan Jayanti Sanadi menambahkan, pihak-pihak yang terlibat dan upaya pembiaran saat aksi pada saat penurunan bendera merah putih juga harus diperiksa.

“Kecewa sih boleh-boleh saja saat orang yang dicintai pindah tugas. Tapi kenapa harus menurunkan bendera merah putih. Itu simbol negara yang tata cara penggunanya diatur undang-undang,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Kesbangpol Kabupaten Tangerang Ahmad Hidayat mengaku menindaklanjuti tuntutan ormas. Dengan lantang Hidayat berorasi menemuai pendemo.

“Siapa kita Indonesia, Apa bendera kita Merah Putih dan NKRI harga mati,” tukas Hidayat yang ikut berorasi di mobil komando ormas.

Perlu diketahui, Ormas yang bergabung dalam Aliansi Prisai Bela Merah Putih terdiri diantaranya dari Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI), Taruna Merah Putih (TMP), Bela Negara, Bakormas Banten, Tokoha Agama dan Tokoh Masyatakat Jayanti, Aliansi Indonesia, BPKB Banten, Karang Taruna dan Pemuda Pancasila.

Panasnya aksi gabungan beberapa ormas ini sedikir meredah setelah perwakilan massa aksi sebanyak 15 orang dipersilahkan berdialog dengan Pemkab Tangerang.

Dialog tersebut dihadiri Asda I Herry Haryanto, Kasat Pol PP Yusuf Herawan, Kepala Kantor Kesbangpol Ahmad Hidayat dan Kabag Ops Polresta Tangerang Kompol Zarkasih. (jwd)