Dendam, Kernet Bunuh Sopir Truk Air Mineral

Dendam, Kernet Bunuh Sopir Truk Air Mineral, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dendam, Kernet Bunuh Sopir Truk Air Mineral, Berita113

Dendam, Kernet Bunuh Sopir Truk Air Mineral, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dendam, Kernet Bunuh Sopir Truk Air Mineral, 113, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dendam, Kernet Bunuh Sopir Truk Air Mineral

IMG-20190404-WA0026

TRUSTKOTA TANGERANG – Jajaran Polresta Tangerang berhasil mengungkap kasus perampokan yang disertai pembunuhan terhadap sopir truk angkutan air mineral. Korban bernama Wildan (26) ditemukan tewas dalam truk di Balaraja, Kabupaten Tangerang, Rabu (27/3/2019) lalu.

“Pelakunya adalah kernet truk berinisial MF. Pelaku merupakan teman kerja korban yang kerap Menemaninya mengantarkan air mineral galon,” kata Kapolresta Tangerang Kombespol Sabilul Alif, Kamis (4/4/2019).

Dari pengakuan pelaku, korban tewas usai dipukul menggunakan kunci roda dan dicekik.

Motifnya pelaku sakit hati dan dendam kepada korban karena tidak pernah mendapat bagian dari hasil penjualan air mineral galon kencingan.

“Pengakuanya, mereka ini kerap menjual beberapa galon air mineral tersebut diperjalanan ketika hendak dikirim ke agen. Karena pelaku tidak pernah diberi uang hasil penjualan itu ahirnya dendam, ” terangnya.

Sabilul mengungkapkan, kasus tersebut terungkap setelah polisi mendapatkan penemuan mayat pria dalam truk bernomor polisi B 9516 NQC di wilayah Balaraja.

Saat itu, korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, karena jasad korban berlumur darah dan luka lebam.

Setelah itu, polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut hingga akhirnya menangkap MF di Ciawi, Bogor.

“Kepeda petugas, MF mengaku telah merencanakan aksi pembunuhan tersebut bersama empat rekanya,” ujarnya.

Lanjut Sabilul, aksi pembunuhan itu dilakukan pelaku di Jalan Tol Cikupa, Tangerang arah Merak, saat keduanya akan mengantar 1.400 galon ke Labuan, Banten.

Saat itu, korban meminggirkan kendaraan untuk mengecek ban belakang, lalu pelaku mengambil kunci roda dan memukul bagian belakang tubuh korban hingga tak sadarkan diri.

“Setelah itu pelaku membawa korban ke dalam mobil dan memukulnya lagi serta mencekik hingga korban tewas,” ungkapnya.

Setelah dipastikan korban tak bernyawa, pelaku ke kawasan Rangkas Bitung untuk menjual ribuan galon dengan nilai Rp 49 juta.

Usai menjual galon, pelaku ke Balaraja, Tangerang dan meninggalkan korban beserta kendaraan tersebut.

Pelaku melanjutkan perjalanan ke Ramayana Cikupa untuk membelanjakan uang hasil penjualan galon hingga akhirnya pelaku pergi ke Sukabumi menggunakan transportasi online.

Sesampainya di Sukabumi, pelaku menemui rekannya yang berinisial HR, SM, MB dan IS untuk membagikan uang hasil penjualan galon. Pada pembagiannya masing-masing mendapatkan Rp 2 juta.

“Selain menagkap MF, dalam kaus ini kami juga mengamankan empat tersangka lainya, karena mereka mendapatkan dan mengetahui aksi yang dilakukan MF,” ungkapnya.

Barang bukti yang diamankan satu kalung emas milik korban, satu unit mobil truk, sejumlah telepon genggam dan juga galon.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat pasal 340 dan 365 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup dan atau hukuman mati. (cun/red)