Delapan Tahun Lumpuh, Pirdiansyah Diduga Menderita Gizi Buruk

Delapan Tahun Lumpuh, Pirdiansyah Diduga Menderita Gizi Buruk, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Delapan Tahun Lumpuh, Pirdiansyah Diduga Menderita Gizi Buruk, Berita898

Delapan Tahun Lumpuh, Pirdiansyah Diduga Menderita Gizi Buruk, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Delapan Tahun Lumpuh, Pirdiansyah Diduga Menderita Gizi Buruk, 898, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Delapan Tahun Lumpuh, Pirdiansyah Diduga Menderita Gizi Buruk

Pidriansyah nampak terkulai lemas di pangkuan biibinya.
Pidriansyah nampak terkulai lemas di pangkuan biibinya.

TRUSTKOTACOM – Pirdiansyah bocah Laki-laki berusia 8 tahun, diduga mengalami gizi buruk. Bocah ini hanya memiliki berat badan sekitar 6 kilogram. Selain pertumbuhannya yang tidak lazim, bocah ini juga tidak bisa melakukan aktivitas selayaknya anak biasa. Setiap hari Pirdiansyah, hanya terbaring lemas di tempat tidur.

Selain tak mampu berjalan, putra pertama dari pasangan Indra dan Evi yang tinggal di RT 12/05, Kampung Setu, Desa Dandang, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, itu juga tidak mampu berbicara.

“Sudah 8 tahun keadaanya begini saja, tidak bisa apa-apa,” ujar Evi kepada trustkota.com, Sabtu (04/01/2013).

Evi menceritakan, Pirdiansyah  sebenarnya terlahir normal seperti bayi-bayi pada umumnya. Namun, saat  menginjak usia 2 bulan, putra sulungnya itu tiba-tiba mengalami panas tinggi hingga kejang-kejang. Dan sampai saat ini, kondisi badannya kurus dan tinggal tulang.

“Makanya cuma roti. Kalau di kasih nasi atau bubur tidak pernah di makan,” paparnya.

Keterbatasan biaya dan minimnya pengetahuan orang tua terhadap program-program kesehatan yang digulirkan pemerintah membuat Pidriansyah tidak mendapatkan perawatan medis yang maksimal. Selama 8 tahun, Pidriansyah terhitung mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

“Setahun yang lalu pernah di bawa ke RSUD oleh pak Rano Karno. Kata Dokter ada cairan di kepalanya dan harus di operasi. Tapi karena tidak ada yang mengantar dan takut kena biaya besar saya tidak datang kembali pas hari Pidriansayah mau di operasi,” katanya.

Orang tua Pidriansayah berharap agar ada bantuan dari pemerintah ataupun donatur untuk pengobatan anaknya. “Kami ingin anak kami normal,” harapnya. (cun)