Danrem 064/MY Tinjau dan Atasi Kekeringan di Wilayah Kabupaten Lebak

Danrem 064/MY Tinjau dan Atasi Kekeringan di Wilayah Kabupaten Lebak, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Danrem 064/MY Tinjau dan Atasi Kekeringan di Wilayah Kabupaten Lebak, Berita542

Danrem 064/MY Tinjau dan Atasi Kekeringan di Wilayah Kabupaten Lebak, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Danrem 064/MY Tinjau dan Atasi Kekeringan di Wilayah Kabupaten Lebak, 542, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Danrem 064/MY Tinjau dan Atasi Kekeringan di Wilayah Kabupaten Lebak

Danrem dan Dandim ketika memantau kekeringan
Danrem dan Dandim ketika memantau kekeringan

LEBAK,TRUSTKOTA - Danrem 064 /MY-Banten, Kol Kav Ana Supriatna dan Dandim 0603 Lebak, Letkol Inf, Donald Erickson Silitonga, meninjau wilayah pertanian yang mengalami kekeringan di Kabupaten Lebak pasca masa tanam, Sabtu (11/07/2015).

Salah satu wilayah yang ditinjau yakni Desa Jagabaya. Dalam kunjungannya Danrem dan Dandim didampingi Kepala Dinas Pertanian Lebak, Dede Supriatna dan para petani yang tergabung dalam Gapoktan setempat.

Dalam kesempatan itu, rombongan meninjau langsung lokasi penyedotan pompa di bibir sungai Ciujung.

”Saya cukup berterimakasih kepada semua pihak, termasuk Dinas
Pertanian Lebak, yang secara bersama-sama dengan warga masyarakat dan anggota TNI yang mampu menyelamatkan lahan para petani dari kekeringan,” kata Kolonel Kav Ana Supriatna.

Menurutnya, dengan sistem pompanisasi secara menyeluruh di beberapa lokasi lahan persawahan yang alami kekeringan. Ia optimis tanaman padi para petani di Lebak akan terselamatkan.

“TNI akan terus mendukung langkah dan niatan pemerintah untuk terus berswasembada pangan,khususnya untuk padi dan menjadikan kembali Banten sebagai salah satu lumbung padi terbesar di pulau Jawa,” terang Dandrem.

Masih kata Danrem, selain Kabupaten Pandeglang, Lebak juga adalah salah satu penyumbang padi terbesar di Banten. Pergeseran jaman dan semakin menyempitnya lahan untuk pertanian, tentunya akan berdampak kepada produktifitas hasil pertanian,khususnya untuk padi.

“TNI bersama dengan dinas terkait dan unsur masyarakat petani, akan terus berupaya untuk mewujudkan niatan pemerintah dalam mensejahterakan seluruh lapisan masyarakat,” ungkap Danrem.

Sementara itu, menurut Komandan Kodim 0603 Lebak, Letkol
Inf, Donald Erickson Silitonga, kemarau yang terjadi di Lebak sudah hampir satu bulan. Dampaknya, hampir sekitar 2065 hektar lahan persawahan di 17 kecamatan seluruh wilayah Lebak alami kekeringan.

Lanjutnya, selain wilayah Kecamatan Cibadak, sebetulnya lahan persawahan yang paling luas terkena dampak kekeringan pasca tanam adalah wilayah kecamatan Sajira yang mencapai sekitar 170 hektar.

“Lahan yang kita selamatkan di desa Jagabaya Cibadak seluas 70 hektar ini adalah lahan pasca tanam yang baru usia sekitar 1 bulan. Kalaupun jarak panjang selang dari bibir sungai
Ciujung ke lahan persawan warga cukup jauh,termasuk harus melintasi jalan utama, namun kita tetap upayakan air bisa mengairi seluruh lahan,”katanya.

Untuk itu, kata Dandim, pihaknya berharap  seluruh lahan persawahan yang mengalami kekeringan bisa segera diatasi dengan sistem pompanisasi, dan tidak terjadi gagal tanam termasuk gagal panen.

”Saat ini kita bersama Dinas Pertanian sudah siapkan sedikitnya ada sekitar 55 unit pompa sedot, dan 700 meter selang out put untuk atasi masalah kekeringan yang terjadi saat ini. Mudah-mudahan, seluruh lahan persawahan yang alami kekeringan bisa terselamatkan,” Kata Donal Erikson Silitonga. (Riz)‎