Dana BOS SDN 1 Rangkasbitung Barat Dipertanyakan

Dana BOS SDN 1 Rangkasbitung Barat Dipertanyakan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dana BOS SDN 1 Rangkasbitung Barat Dipertanyakan, Berita676

Dana BOS SDN 1 Rangkasbitung Barat Dipertanyakan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dana BOS SDN 1 Rangkasbitung Barat Dipertanyakan, 676, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dana BOS SDN 1 Rangkasbitung Barat Dipertanyakan

TrustKota.com
TrustKota.com

LEBAK,TRUSTKOTA- Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk SDN 1 Rangkasbitung Barat dipertanyakan keberadaanya menyusul adanya pungutan dari pihak sekolah kepada siswa untuk membeli buku pelajaran. Hal itu diungkapkan salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya.

“Bukannya sudah ada dana BOS yang menanggung pembelian buku untuk siswa, tapi faktanya saya tetap harus membeli satu paket buku dengan harga yang lumayan tinggi,”kata salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya Di Rangkasbitung, Rabu (12/08/2015).

Menurutnya, amat disayangkan apabila masih ada sekolah yang mewajibkan siswa-siswinya untuk membeli buku, bukankah saat ini untuk pembelian buku sudah ada dana BOS yang menanggung.

“Seluruhnya ada 16 buku yang harus dibeli yakni 8 ¬†untuk buku paket dan 8 buku Lembar Kegiatan Siswa (LKS) , yang ditotalkan harganya sekitar 400 ribu,”ujarnya.

Saat ini, Kata dia, pihaknya telah membeli sebanyak 4 buku paket dan 4 LKS yang seluruhnya disediakan di sekolah.

” untuk buku yang sudah saya beli harga per itemnya matematika 47 ribu, Bahasa Indonesia 44ribu, IPA 43 ribu, IPS 42 ribu, dan LKS dengan harga 10 ribu/bukunya,”paparnya.

Sementara Kepala Sekolah SDN 1 Rangkasbitung Barat, Salam mengatakan, pihak sekolah tidak pernah menyediakan buku dan memaksa untuk membeli buku.

“Sekolah tidak pernah memaksa orang tua murid untuk membeli buku, itu inisiatif orang tua murid saja untuk menjadikan buku sebagai pegangan untuk anaknya, dan harus diketahui oleh semuanya bahwa sekolah tidak pernah menyediakan buku untuk dibeli, dan buku yang diperoleh dari dana BOS itu ada di setiap kelas , namun bersifat pinjaman tidak boleh dibawa pulang,”kilahnya. (Riz)