Ciputat Tertinggi Penularan Penyakit HIV AIDS di Kota Tangsel

Ciputat Tertinggi Penularan Penyakit HIV AIDS di Kota Tangsel, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ciputat Tertinggi Penularan Penyakit HIV AIDS di Kota Tangsel, Berita772

Ciputat Tertinggi Penularan Penyakit HIV AIDS di Kota Tangsel, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ciputat Tertinggi Penularan Penyakit HIV AIDS di Kota Tangsel, 772, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ciputat Tertinggi Penularan Penyakit HIV AIDS di Kota Tangsel

Ilustrasi
Ilustrasi

TRUSTKOTACOM TANGSEL – Dari tujuh kecamatan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kecamatan Ciputat, dominan wilayah yang terdiagnosa oleh penyakit HIV AIDS. Hal tersebut dikatakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel, H. Dadang M. Epid, SIp, dalam rapat tentang situasi HIV-AIDS di Kota Tangsel, Rabu (11/06/2014), Siang.

Menurut Dadang, persentase cara penularan penyakit HIV-AIDS, yakni dengan cara penasun 46%,Heteresexsual 42%,Perinatal 5%,Tidak diketahui 4%,Man Sex Man 2% dan Waria 1%.

“Penularan HIV-AIDS berdominan terjadi pada kaum laki-laki karena sering menggunakan Jarum Suntik untuk mentranfusi sabu-sabu atau obat-obatan selain melakukan seks bebas,” kata Dadang.

Masih kata Dadang, presentase dan prediksi Dinkes Kota Tangsel, Tahun 2009-2014 penyakit HIV-AIDS diantaranya terdapat pada Laki-laki 82%,Perempuan 17% dan Transgender 1%,” ungkap Dadang .

Lanjut Dadang, dalam penyakit HIV-AIDS di Tangerang Selatan (Tangsel) terdapat dari berbagai kalangan tidak hanya pada pekerja tertentu saja yang terkena atau berdampak penyakit HIV-AIDS .

“Propesi yang terjangkit penyakit ini, sejak tahun 2009-2014 yaitu Wiraswasta 28%, Ibu Rumah Tangga 19%, Lainnya 16%,Tidak Bekerja 15%,Karyawan 8%,Pekerja Seks 7%,Mahasiswa 7%,PNS 0.84%,Buruh 0.84%, Wirausaha 0.42%, Pembantu Rumah Tangga 0.42% dan Sopir 0.84%,” terang Dadang .

Disinggung mengenai cara penanggulangan dan sudah sejauh mana Dinkes Tangsel menanggulangi penyakit ini, Dadang mengatakan lebih melakukan sosialisasi bahaya penyakit ini. Ia juga mengatakan, menanggulangi penyakit ini harus dan atas kesadaran dari diri sendiri .

“HIV-AIDS bukanlah masalah dari dinas kesehatan akan tetapi masalah dari masyarakat Kota Tangsel. Masyarakat sendiri yang harus punya kesadaran penuh atas dirinya sendiri. Dari tahun ke tahun HIV AIDS semakin meningkat dan sulit untuk bisa disembuhkan,” jawab Dadang.

Dadang menambahkan, pihaknya telah mengadakan beberapa upaya untuk menanggulangi HIV-AIDS di Kota Tangsel. Diantaranya, dengan mengadakan layanan VCT dan CST RSU Kota Tangsel, layanan VCT Metadon Puskesmas Ciputat, Layanan VCT Puskemas Pondok Aren,Layanan VCT Puskemas Setu dan Layanan PICT Puskesmas Jombang. (Dri)