Cerita Pahit Mantan TKI Suriah Asal Bogor

Cerita Pahit Mantan TKI Suriah Asal Bogor, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Cerita Pahit Mantan TKI Suriah Asal Bogor, Berita479

Cerita Pahit Mantan TKI Suriah Asal Bogor, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Cerita Pahit Mantan TKI Suriah Asal Bogor, 479, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Cerita Pahit Mantan TKI Suriah Asal Bogor

Lina Widyawati (40), mantan TKI Suriah, bersama Shiica Moody, putri ke-3 nya. (Foto dikirim melalui BlackBerry Messenger).
Lina Widyawati (40), mantan TKI Suriah, bersama Shiica Moody, putri ke-3 nya. (Foto dikirim melalui BlackBerry Messenger).

TRUSTKOTACOM – Rasa takut dan gelisah, selalu menghantui perasaan Lina Widyawati (40) warga Kampung Karakal, Desa Jambu Luwuk, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, saat menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Hama, Suriah.

Hal itu dikatakannya, saat menceritakan apa yang dialami dan dirasakannya sewaktu berada di tengah konflik Suriah.

“Situasi disana sangat mencekam, terlebih ditempat saya bekerja yaitu di Hama. Tidak ada listrik, air, bahkan air kotor sekalipun sangat sulit disana. Suara dan getaran ledakan bom hampir setiap saat saya rasakan, dan sangat terasa hingga membuat retak kaca-kaca rumah,” kata Lina, saat dihubungi www.trustkota.com melalui telepon selulernya, Minggu (08/09/2013).

Lebih lanjut Lina bercerita, beberapa rekan seprofesinya yang juga asal Indonesia, sempat menjadi korban. Dari mulai terkena serpihan bom, hingga mengalami kecelakaan saat berlari menyelamatkan diri.

“Ya, saya sempat dengar kabar, teman-teman TKI yang lain juga sempat menjadi korban. Ada yang terkena serpihan bom hingga matanya buta, bahkan ada yang mengalami patah tulang saat terjatuh karena berlarian,” terangnya.

Tidak hanya itu, meskipun saat ini dirinya telah kembali kekampung halamannya dan dapat berkumpul lagi bersama keluarganya, namun pengalaman pahit selama berada disana masih selalu terbayang dan teringat dalam pikirannya.

“Ini benar-benar pengalaman pahit saya, belum lagi ditambah dengan ulah agen TKI disana yang membawa kabur uang pemberian majikan saya sebesar 200 dollar, saat saya mau dipulangkan,” tukasnya.

Bahkan, Lina berharap, pemerintah Republik Indonesia (RI) dapat secepatnya melakukan upaya pemulangan para TKI yang masih terjebak disana.

“Saya berharap pemerintah secepatnya memulangkan teman-teman TKI yang lainnya, kasihan mereka disana,” ungkapnya.

Sementara, Shiica Moody (19) putri ke-tiga Lina, mengaku sangat lega dan bahagia saat mendengar kabar kepulangan ibunya.

“Alhamdulillah senang sekali saat mendengar kabar mamah saya pulang, sampai tidak bisa tidur nungguin dia pulang. Rasanya seperti dapat hadiah besar dah pokoknya,” katanya.

Untuk diketahui, Lina Widyawati (40) warga Kampung Karakal, Desa Jambu Luwuk, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, adalah salah seorang dari 225 TKI yang berhasil dipulangkan pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan tiba di Louns Ruang Tunggu TKI, terminal II, Bandara Soekarno Hatta (Soeta), Tangerang, pada Jum’at (06/09/2013) lalu. (ges)