Caleg PDI-Perjuangan Dilaporkan ke Panwaslu Kota Tangerang

Caleg PDI-Perjuangan Dilaporkan ke Panwaslu Kota Tangerang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Caleg PDI-Perjuangan Dilaporkan ke Panwaslu Kota Tangerang, Berita157

Caleg PDI-Perjuangan Dilaporkan ke Panwaslu Kota Tangerang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Caleg PDI-Perjuangan Dilaporkan ke Panwaslu Kota Tangerang, 157, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Caleg PDI-Perjuangan Dilaporkan ke Panwaslu Kota Tangerang

logo panwaslu

TRUSTKOTACOM-Hartoto, Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Kota Tangerang dari PDI Perjuangan, Hartoto dilaporkan ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) setempat.

Hartoto dilaporkan oleh, Syahrul Ridho, warga Kampung Tajur, RT 02/02, Kelurahan Tajur, kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. Caleg Daerah Pemilihan (Dapil) 5 (Ciledug, Larangan dan Karang Tengah), ini dilaporkan karena diduga melakukan kecurangan.

“Kami telah melaporkan Hartoto, karena banyak warga melaporkan kecurangan yang dilakukan saat pencoblosan maupun ketika proses penghitungan suara,” ujarnya, Jumat (25/4/2014), kepada wartawan.

Menurutnya, ada sedikitnya lima poin kecurangan yang dilakukan oleh caleg dari partai berlambang banteng moncong putih tersebut. Diantaranya adalah, melakukan penggelembungan suara di TPS 03 Karang Timur, TPS 10 dan 18 Pondok Pucung, TPS 09 Gaga, TPS 3.

Selain itu, terlapor juga memaksa masyarakat untuk mencoblosnya dengan menggunakan undangan milik orang lain di TPS 12,13,14. Serta, pembiaran dari petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), sehingga suara Hartoto melonjak drastis, khususnya di TPS 12, 13 dan 14 Kecamatan Karang Tengah (184, 159 dan 81 suara).

“Semua bukti terkait kecurangan Hartoto sudah kami lampirkan. Saya harap Panwaslu Kota Tangerang, bertindak tegas terhadap caleg-caleg yang sudah terang-terangan berbuat curang,” tandasnya.

Sementara itu, Divisi Pengawasan Panwaslu Kota Tangerang, Agus Muslim membenarkan adanya pelaporan tersebut. Namun, pihaknya belum dapat berbicara lebih jauh, lantaran laporannya masih dalam pengkajian soal kebenarannya.

“Intinya kami akan proses semua laporan yang masuk sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Jadi, kami akan kaji dahulu apakah laporan ini, ada unsur pidananya atau tidak” tegasnya.

Agus menambahkan, pihaknya juga tengah mengumpulkan keterangan terhadap saksi terkait, baik itu dari pihak pelapor juga dari terlapor. “Ya, selama ada bukti dan saksi yang cukup, kami pasti akan memprosesnya,” tukasnya.(dik)