Cabuli Murdinya, Kepsek Divonis 10 Tahun Penjara

Cabuli Murdinya, Kepsek Divonis 10 Tahun Penjara, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Cabuli Murdinya, Kepsek Divonis 10 Tahun Penjara, Berita200

Cabuli Murdinya, Kepsek Divonis 10 Tahun Penjara, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Cabuli Murdinya, Kepsek Divonis 10 Tahun Penjara, 200, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Cabuli Murdinya, Kepsek Divonis 10 Tahun Penjara

DS saat menjalani sidang Vonis tahap I di pengadilan Negeri Rangkasbitung, Rabu (08/07/2015)
DS saat menjalani sidang Vonis tahap I di pengadilan Negeri Rangkasbitung, Rabu (08/07/2015)

LEBAK,TRUSTKOTA- Kasus pencabulan yang dilakukan terdakwa DS (54) Kepala Sekolah SDN 2 Gunung Kendeng akhirnya menemukan titik akhir. Terdakwa divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Rangkasbitung selama 10 tahun penjara dan denda subsidair sebanyak Rp 250 juta.

Pasalnya terdakwa DS telah terbukti melakukan tindak pidana dengan sengaja membujuk anak untuk melakukan persetubuhan dengannya yang dilakukan oleh pendidik, sebagaimana dalam dakwan lebih subsidair dalam pasal 76 E Jo Pasal 82 ayat (1) dan ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RIO No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

DS  yang ditangkap pada Rabu (1/4/2015) lalu sekitar pukul 17.30 Wib di rumahnya di Kampung Cilutung RT.02/01 Desa Sukanegara Kecamatan Gunungkencana ini dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 15 tahun.

Hakim Anggota M.Baginda Rajoko menerangkan,putusan ini merupakan putusan tahap 1 dan  terdakwa DS divonis 10 tahun penjara dari tuntutan jaksa penuntut umum selama 15 tahun itu berdasarkan banyak pertimbangan.

“Hal yang membuat hukuman menjadi ringan karena DS menyesali perbuatannya , sopan dan masih mempunyai tanggungan keluarga,”katanya.

Menurut Rajoko, disisi lain ada juga yang memberatkan hukuman tersebut yakni terdakwa DS merupakan seorang pendidik dan yang menjadi korban anak dibawah umur, sedangkan saat ini masalah tersebut sedang menjadi sorotan masyarakat.

“Keputusan ini sudah final, sesuai dengan bukti yang ada dan penuh pertimbangan,”jelasnya.

Sementara Wakil Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Banten Yayah Rukhiyah mengatakan, terdakwa DS mendapatkan hukuman yang sewajarnya , walaupun tidak sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum.

“Sepuluh tahun merupakam Waktu yang sangat tepat untuk terdakwa DS, karena perbuatannya juga sudah benar-benar keterlaluan, apalagi dia (DS) seorang pendidik,”pungkasnya.

Dalam sidang yang berlangsung pada hari Rabu (08/07/2015) pukul 15.30 WIB di Ruang sidang I Pengadilan Negeri Rangkasbitung ini terdakwa DS menerima secara langsung vonis yang diberikan majelis hakim Pengadilan Negeri Rangkasbitung yang diketuai Hakim Sudira dan Hakim Anggota M.Baginda Rajoko dengan Jaksa penuntut Umum Feby Solahudin. (Riz)