Bupati Tangerang Bentuk Tim Terpadu Untuk Antisipasi Perbudakan

Bupati Tangerang Bentuk Tim Terpadu Untuk Antisipasi Perbudakan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Bupati Tangerang Bentuk Tim Terpadu Untuk Antisipasi Perbudakan, Berita327

Bupati Tangerang Bentuk Tim Terpadu Untuk Antisipasi Perbudakan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Bupati Tangerang Bentuk Tim Terpadu Untuk Antisipasi Perbudakan, 327, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Bupati Tangerang Bentuk Tim Terpadu Untuk Antisipasi Perbudakan

Pabrik kuali yang digrebek polisi
Pabrik kuali yang digrebek polisi

TRUSTKOTACOM – Untuk mengantisipasi terjadinya kasus perbudakan seperti di pabrik kuali, Bupati Ahmed Zaki Iskandar mengaku sudah membentuk Tim Terpadu untuk mengawasi sekitar 5.000 perusahaan yang beroperasi di kawasan itu. Hal tersebut dikatakan Zaki saat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi IX DPR RI dengan Pemerintahan Kabupaten Tangerang, di Kompleks Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/5/2013).

Menurut Ketua Komisi IX Nova Riyanti Yusuf, seperti yang dilansir liputan6.com, dalam dengar pendapat itu, bupati mengeluhkan kurangnya tenaga pengawas, di mana saat ini Pemerintah Kabupaten Tangerang hanya memiliki 15 orang dan harus mengawasi sekitar 5.000 perusahaan.

“Bupati juga menyampaikan telah membentuk tim terpadu yang terdiri dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Kepolisian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab), dan sebagainya, yang bertugas untuk menangani secara cepat kasus ketenagakerjaan yang terjadi di Kabupaten Tangerang. Tim Terpadu itu juga akan mendata ulang seluruh industri besar, menengah, kecil dan mikro yang ada di kabupaten Tangerang,” katanya.

Lanjut Nova, Bupati Tengerang juga mengakui, pabrik kuali yang menerapkan sistem perbudakan itu, illegal dan tidak mempunyai izin sama sekali dari pemerintah. Ia berharapPemkab Tangerang yang berupaya menuntaskan kasus tersebut.

“Saya juga berharap agar Dinas Kesehatan Tangerang tidak melupakan aspek pelayanan kesehatan jiwa bagi para korban penyekapan,” katanya. (lie)